Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Virus Corona, Banyuwangi Siapkan Ruang Isolasi dan Tambah Dokter Spesialis

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah antisipatif terhadap mewabahnya virus corona yang telah menyebar di 13 negara. Meskipun hingga saat ini virus 2019-ncov ini belum masuk di Indonesia, pemkab telah gencar sosialasasi pencegahan hingga menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

RSUD Blambangan telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan jika ada yang terdeteksi terjangkit virus corona di Banyuwangi. Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat saat ini Banyuwangi telah menjadi daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Meskipun saat ini turis mancanegara yang datang ke Banyuwangi masih didominasi dari Malaysia dan Eropa, tapi kita tetap harus waspada. Mengingat Banyuwangi juga jujugan wisatawan Tiongkok saat berlibur di Indonesia,” kata dr Rio saat rapat bersama dengan Direktur RSUD Blambangan dr. Indah Lestari bersama jajarannya di Banyuwangi, Selasa (28/01/2020).

Rio menambahkan virus corona ini merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat. Pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok dan telah menyebar ke 13 negara dengan jumlah pasien saat ini sekitar 2.794 orang.

Khusus di Banyuwangi, tambah dia, untuk menangkal masuknya virus tersebut pihaknya telah melakukan kolaborasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang memiliki kewenangan di pintu-pintu masuk di Banyuwangi, baik laut maupun udara.

“Kerjasama kita dengan KKP merupakan cara deteksi dini kemungkinan penyakit ini masuk ke banyuwangi. KKP telah melakukan langkah-langkah penangkalan, tentu dengan penyiapan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan mereka. Mulai dari ambulans, hingga thermal scaner,” kata dr. Rio.

Selain itu, lanjut dia, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruang isolasi khusus bila nanti ada rujukan yang suspect terjangkit virus ini. Berikut petugas medisnya juga telah disiapkan.

“Kami juga menyiapkan RSUD Blambangan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit ini. RSUD Blambangan punya pengalaman menjadi rumah sakit rujukan saat kasus MERS dan SARS beberapa waktu lalu. Jadi kami sudah siapkan,” tambahnya.

Ditambahkannya, Dinkes juga telah melakukan desiminasi informasi terkait penyakit ini di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Banyuwangi supaya melakukan kewaspadaan. Termasuk memberikan pemahaman yang benar terkait virus ini kepada masyarakat mulai dari deteksi dini hingga pencegahan.

“Virus ini menyerang ketahanan tubuh, antibodi tubuh kita. Untuk itu, kami imbau kepada masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh, istirahat yang cukup. Makan minum yang cukup dan olahraga itu menjadi sesuatu yang penting. Dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun sebelum makan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan dr. Indah Lestari menjelaskan pihaknya telah menyiapkan satu ruangan khusus isolasi yang berisi empat bed. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan puskesmas bila terjadi kasus, maka akan langsung dirujuk dan ditangani.

“Kita saat ini juga telah mendapat tambahan dokter spesialis, yang dapat membantu untuk menangani wabah ini. Tapi kami terus mengupayakan langkah preventif kepada seluruh warga untuk terus meningkatkan ketahanan tubuh untuk bisa terhindar dari penyakit ini,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar