Pendidikan & Kesehatan

AMA Surabaya Adakan Seminar Destination Branding

Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Management Indonesia (AMA) chapter Surabaya, malam ini mengadakan Seminar untuk para anggota yang bertajuk Destination Branding, Kamis (14/2/2019) di Resto Nine Surabaya.

Dihadiri oleh para manager-manager dari banyak perusahaan, seminar kali ini pun menghadirkan Dr. Sandi Wahyudi dan Ika Puspitasari (walikota Mojokerto) sebagai pembicara.

Dalam cakupan pembahasannya, Dr. Sandi Wahyudi atau yang akrab disapa DSW ini memaparkan apa itu Branding Destination. Menurutnya suatu daerah harusnya terus mengupayakan hal ini sehingga komoditi yang dijual tidak terpaku ada komoditi material melainkan juga pada komoditi nilai dan image.

“Setiap daerah pastinya punya destinasi, tapi destinasi itu tidak bisa diharapkan akan tumbuh dengan sendirinya. Destinasi juga perlu di design sebagai sarana marketing dan penjualan produk,” ujar pria yang juga sebagai pakar praktisi marketing di UK Petra ini.

Ia menjelaskan dalam ilmu marketing dikenal tiga hal yakni, Positioning, Branding dan Image. Positioning merupakan cara yang diambil untuk mewujudkan atau eksekusinya, Branding adalah apa yang hendak diciptakan, sedangkan Image adalah perwujudan antara positioning dan branding atau sesuatu yang terlihat.

DSW pun mencontohkan bagaimana Surabaya membranding dirinya dengan ‘Sparkling Surabaya’ dengan memposisikan banyak lampu di sepanjang jalan sehingga terciptalah Image Surabaya sebagai kota malam yang indah, sesuai dengan brandingnya.

Ia pun memaparkan bagaimana cara mengemas lokasi yang aslinya biasa saja menjadi daerah yang memiliki nilai jual. Dengan demikian investasi di daerah tersebut akan tumbuh dan meningkatkan kualitas ekonomi masyarakatnya.

“Harus ada kerja sama antara pemerintah kota dan perusahaan-perusahaan dalam membranding sebuah wilayah. Dengan cara itu kita mensupport ekonomi di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ika memaparkan bagiamana Mojokerto sukses dengan branding kota Mojopahitnya, ia mengupayakan aksen Mojopahit terus dihadirkan kembali disetiap ruang publik.

“Saya rasa, tembok dan miniatur rumah disetiap jalan, gapura dan terus merevitalisasi cagar budaya dan mewujudkan seni tradisional secara utuh membuat branding Mojokerto image nya mencapai target,” ujar Ika. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar