Pendidikan & Kesehatan

Alumni UK Petra Menangkan Gold Award di Asia Young Designer Award

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali berbangga karena salah satu alumninya berhasil menyabet gelar Gold Award dalam ajang Asia Young Designer Award (AYDA).

Ia lah Daniel alumni progam Studi Arsitektur UK Petra. Kemenangan ini sekaligus membuat Daniel melangkah mewakili Indonesia untuk kategori Arsitektur memperebutkan Asia Young Designer of The Year di Singapura pada Maret 2019 yang akan datang.

“Saya benar-benar kaget saat pengumuman dinyatakan sebagai pemenang, apalagi awalnya saya ragu-ragu untuk ikut perlombaan ini karena saya akan melanjutkan kuliah S2 di Taiwan pada saat pendaftaran lombanya,” ungkap pria pemilik IPK 3,78.

AYDA merupakan kompetisi desain bergengsi tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Nippon Paint. Mengambil tema Forward-Challenging Design Boundaries, desain bangunan yang dirancang harus mampu meningkatkan kualitas hidup, peka terhadap isu sosial dan mengembangkan masyarakat sekitarnya.

Saat Daniel mengikuti kompetisi AYDA ini, ia masih berstatus mahasiswa tingkat akhir. Berkat dukungan dosen pembimbingnya, Daniel akhirnya memberanikan diri mengikuti kompetisi ini dengan membawa rancangan Tugas Akhirnya yang telah disesuaikan dengan tema kompetisi.

Kejawan Lor Stacked Fisherman Kampoeng @Kenjeran, itulah ide desain yang ditawarkan oleh Daniel yang hobi membaca ini. Langkah yang ditempuh Daniel cukup panjang. Awalnya ia harus mengirimkan Presentation Board berukuran A2 dengan beberapa kriteria. Kriteria itu diantaranya wajib menampilkan foto lokasi atau bangunan saat ini lengkap dengan penjelasan proyek/pernyataan desain dengan tanpa mencantumkan asal universitas untuk menjaga objektivitas dalam penilaian.

Dari sekitar 500 karya anak bangsa yang mengikuti kompetisi ini, karya Daniel ternyata masuk dalam 6 finalis untuk kategori Arsitektur. Daniel harus bersaing dengan anak muda lainnya yang berasal dari empat universitas yang ada di Indonesia. Uniknya dalam kompetisi AYDA ini, enam finalis mendapatkan coaching session (pembimbingan dan pelatihan) secara personal oleh para dewan juri beberapa minggu sebelum presentasi final. Setelah merevisi hasil design berdasarkan komentar coaching session dan pelatihan presentasi, keenam finalis kemudian menjalani proses tahap final.

“Saya sangat nervous saat presentasi hasil akhir tersebut. Saya harus presentasi di hadapan delapan juri dengan menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Daniel yang kini menetap di Taiwan untuk menyelesaikan Master of Architecturenya.

Usahanya tak sia-sia, idenya mengubah pemukiman horizontal para nelayan menjadi pemukiman vertikal dengan tetap mempertahankan kebiasaan hidup nelayan dan pengolahan ikan nya akhirnya membuat Daniel memperoleh Gold Award dengan membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp. 20.000.000, kesempatan magang dan mendapatkan pelatihan.

Maret 2019 yang akan datang Daniel akan bersaing dengan 14 Negara di Asia (Bangladesh, Cina, Filipina, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam) untuk memperebutkan Asia Young Designer of The Year Award dan beasiswa senilai USD 10,000 di Havard Graduate School of Design.

Tak hanya itu saja, Altrerosje Asri, S.T., M.T., dosen pembimbing Daniel juga memperoleh penghargaan Best Lecturer dalam ajang Asia Young Designer Award (AYDA) dan menerima hadiah sebesar Rp. 5.000.000,00.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar