Pendidikan & Kesehatan

Alumni FK UNAIR Tuntaskan Permasalahan Jamban di Penjaringan Sari

Surabaya (beritajatim.com) – Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA FK)  Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat.

Hari ini, Sabtu (23/2/2019) IKA FK angkatan 1971 yang diketuai oleh Dr. Agus Harianto Sp. A(K) kembali melakukan bakti sosial berupa sumbangan pembuatan jamban sehat untuk warga RW. 03 Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya.

Di Surabaya, tercatat masih ada banyak warga yang tidak memiliki jamban sehat yakni jamban dengan kloset, saluran septic tank dan resapan.

Karena masih banyak warga memilih untuk buang hajat di sungai atau meskipun memiliki jamban tetapi tetap menyalurkan kotorannya ke sungai tanpa menggunakan septic tank.

Bakti sosial ini merupakan penyempurnaan Bakti Sosial Dies Natalis ke 115 FK UNAIR yang jatuh pada 10 November 2018 lalu. Saat itu, alumni angkatan 71 ini mendapat bagian dari panitia untuk bakti sosial di RW. 03 Penjaringan Sari, Rungkut dengan menyalurkan dan membangun 13 jamban sehat untuk warga.

Ternyata saat, seremonial penyerahan ke 13 jamban (10 November 2018) itu lah diketahui bahwa masih ada 7 warga lagi yang belum memiliki jamban. Sehingga meskipun Dies Natalis telah berakhir, alumni angkatan 71 ini pun tetap mengupayakan penuntasan pembuatan 7 jamban tersebut.

“Menindaklanjuti dies natalis yang lalu, ternyata ada beberapa warga yang belum dapat jamban 7. Jadi kami swadaya lagi untuk membuatkan ke tujuh  jamban tersebut. Kami tidak pamrih apa apa, hanya tersentuh hatinya untuk membantu dan pemerataan. Hari ini dimulai pembuatan nya,” ujar Dr. Agus.

Suryatin, warga RW 03 yang mendapat sumbangan jamban sehat pada hari ini mengatakan bahwa dirinya dan mayoritas warga dulunya memang suka buang hajat di sungai karena tidak memiliki jamban.

“Saya Alhamdulillah sekali, ya kalau ada gini bantuan seperti ini sebisa mungkin akan saya rawat, kalau penuh ya saya kuras sebagai rasa terimakasih saya pada pak dokter,” ujar Suryatin.

Lurah Penjaringan Sari, Moch Djamil pun mengaku sangat berterimakasih kepada alumni FK UNAIR yang telah membantu daerahnya untuk menjadi lebih bersih dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

“Beberapa bulan yang lalu kami lomba Budaya Hidup Bersih Sehat, cuma masuk 6 besar karena salah satu indikatornya belum layak jamban. Ya Alhamdulillah dengan dituntaskannya masalah jamban ini semoga taraf hidup masyarakat khususnya RW 03 bisa jauh lebih baik,” harap Djamil.

Penyerahan bantuan jamban dari Alumni FK Unair kepada Ketua RW 03 Penjaringan Sari

Terkait masih banyaknya warga Surabaya yang tidak menggunakan jamban, Dr. Agus mengatakan budaya itu harus segera diubah. Pasalnya membuang kotoran tinja di sungai sangat membahayakan.

“Memang masyarakat Surabaya ini meskipun metropolis tapi kepedulian terhadap lingkungan masih rendah. Beberapa yang tidak memiliki jamban juga bukan orang tidak mampu, tapi karena sudah terbiasa buang hajat di sungai maka mereka enggan bikin jamban,” ungkapnya.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar