Pendidikan & Kesehatan

Akuntansi UBAYA Sabet 4 Juara Nasional

Surabaya (beritajatim.com)  – Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) kembali menuai prestasi dengan meraih empat juara nasional di dua kompetisi dalam waktu seminggu.

Tim Akuntansi Ubaya memborong juara satu dan harapan satu pada kompetisi Accounting Olympiad yang diselenggarakan pada 19 – 22 Maret 2019 oleh Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Juara satu dan dua juga telah diukir dalam kompetisi COMPAC (Competition Accounting) IX 2019 yang diselenggarakan pada 23 – 24 Maret 2019 oleh STIE Perbanas, Surabaya.

Setiap tahun Jurusan Akuntansi Ubaya memiliki program dalam membimbing mahasiswa yang akan menghadapi kompetisi. Program dibuka per angkatan untuk mencari mahasiswa yang memiliki potensi dalam bidang Akuntansi dan nantinya bergabung dalam Accounting Warrior. Mahasiswa yang mengikuti dua kompetisi kali ini merupakan dua belas anggota yang tergabung dalam Accounting Warrior angkatan 2016.

Permata Ayu Widyasari, S.A., MBA. selaku dosen pembimbing Jurusan Akuntansi Ubaya menuturkan bahwa tim Akuntansi Ubaya yang bernama Accounting Warrior angkatan 2016 ini, telah meraih penghargaan sebanyak delapan kali dengan mengikuti berbagai kompetisi akuntansi baik skala regional maupun nasional. Persiapan dilakukan dengan memproyeksikan kegiatan dan kompetisi apa saja yang akan diikuti selama satu tahun kedepan.

“Persiapan kami lakukan kurang lebih selama satu tahun sejak anggota dibentuk dengan memberikan latihan soal mulai dari mata kuliah akuntansi keuangan, audit, dan perpajakan. Sebelum mengikuti kompetisi mahasiswa ditempa dengan latihan yang sama ketika menghadapi kompetisi, sebagai contoh tes individu dan grup, jawab cepat tepat dan presentasi kasus,” papar wanita kelahiran Surabaya ini, kepada beritajatim.com (26/3/2019).

Akuntansi Ubaya mengirimkan dua tim pada kompetisi Accounting Olympiad UPH “Action! 9x AGAPE” yang mengusung temaArtificial Intelligence in Financial Industry. Tim juara satu terdiri dari Angelina Gresela Sapulete, Daniel Wiranata Dayan, dan Shannon Aurelia Hartono. Sedangkan tim juara harapan satu beranggotakan Flouren, Sally Kurniawan, dan Angela Soewondo.

Sally Kurniawan menuturkan bahwa tahapan yang tersulit ada pada babak tim (group test), dimana anggota harus menuliskan jawaban dengan cepat dan tepat sesuai batas waktu yang ditentukan agar mendapat poin.

“Tidak ada toleransi sama sekali. Jika salah satu jawaban dari ketiga pertanyaan yang ditulis pada papan salah, maka poin akan hilang dan tidak terhitung. Jadi sistem penilaiannya untuk menjadi pemenang berdasarkan akumulasi poin terbanyak,” ungkap Sally yang pernah meraih juara satu The 8thATV (Actualizing The Vision) tahun 2018 di Universitas Indonesia, Jakarta.

Setelah menyelesaikan kompetisi di Jakarta, tim Akuntansi Ubaya langsung mengikuti kompetisi kedua di Surabaya. Pada kompetisi kedua, tim Akuntansi Ubaya mengirimkan tiga tim untuk mengikuti COMPAC (Competition of Accounting) IX 2019 yang mengusung tema Mandatory Disclosure Rule (MDR). Namun, hanya dua tim yang berhasil masuk dan membawa pulang penghargaan. Tim juara satu terdiri dari Angelina Gresela Sapulete, Flaviana Agustiani Yuniargo, dan Angela Soewondo. Sedangkan tim juara dua beranggotakan Shannon Aurelia Hartono, Daniel Wiranata Dayan, dan Agatha Jane.

Flouren mengungkapkan bahwa kompetisi diikuti tim Akuntansi dari berbagai Universitas di Indonesia. Babak kompetisi hampir sama dengan kompetisi akuntansi sebelumnya, hanya saja ada beberapa tantangan yang dihadapi tim ketika mengerjakan soal individu test dan group test.

“Berbeda dengan kompetisi sebelumnya, banyak bentuk soal yang diberikan terlihat baru. Jadi ini tantangan terbesar bagi kami yang harus diselesaikan meskipun awalnya pesimis,” ujar gadis yang menyukai olahraga ini.

Apa Reaksi Anda?

Komentar