Pendidikan & Kesehatan

Ada Museum Sonobudoyo Jogjakarta di Ponorogo

Membludak : Pengunjung diberi penjelasan arti filosofi tata kota Yogyakarta.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada hal menarik di rangkaian acara grebeg suro tahun ini, yakni adanya koleksi dari Museum Sonobudoyo Jogjakarta yang dipamerkan di gedung Korpri jalan alun-alun utara Ponorogo. Rupaya itu merupakan salah satu promosi dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). untuk wisata Jogja pada semua orang. Lewat event yang diberi nama Pameran Muhibah Budaya, Pemprov DIY ingin menjaring wisatawan baru untuk ke Yogyakarta.

“Lewat pameran Muhibah Budaya ini diharapkan masyarakat akan melihat langsung ke Yogyakarta,” kata Kasi Pemeliharaan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Sartono, Senin (26/8/2019).

Bukan hanya Ponorogo, pameran Museum Sonobudoyo juga rutin dilakukan di daerah-daerah lain. Biasanya, kata Sartono ikut event yang diadakan di daerah tersebut. Seperti di Ponorogo ini, pihaknya ikut dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-523 dan grebeg suro 2019. “Biasanya ngikut rangkain kegiatan yang akan dituju, seperti di Ponorogo ada acara grebeg suro ini,” katanya.

Koleksi museum yang dipamerkan, kata Sartono mulai dari serat bersejarah seperti Serat Menak Kuristam, Babad Giyanti, Wayang Golek Menak, serta sejumlah manekin Tari Golek Menak Jogjakarta. Selain itu juga dipamerkan foto-foto Yogyakarta di masa lalu.

Selain itu saat ini Pemprov DIY mengusulkan kepada UNESCO atas filosofi tata kota termasuk keraton. Sejarah terkait tata kota itu juga diberikan kepada setiap pengunjung di museum tersebut. “Ada filosofi penting dari tegaknya bangunan di Yogyakarta, dan itu masih kami upayakan ke Unesco,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar