Pendidikan & Kesehatan

Seminar IGI, Ajak Guru Pantang Mengajar Jika Tidak Belajar

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Narotama bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Surabaya mengadakan Seminar Nasional \”Guru Indonesia Guru Pejuang\”, Sabtu (10/11/2018) di Conference Hall Universitas Narotama.

Seminar yang diadakan bertepatan dengan Hari Pahlawan tersebut fokus pada tema Guru Indonesia dan Surabaya \’Pantang Mengajar Jika Tidak Belajar\’.

Ketua IGI Surabaya, Cicik Sri Wulandari, mengatakan IGI bersinergi dan berkreasi untuk menciptakan aura positif dalam perkembangan pendidikan Surabaya. \”Kami ingin bapak dan ibu guru berprestasi di ajang tingkat nasional. IGI Surabaya juga berusaha terus dan lebih eksis dalam menungkatkan potensi guru di semua zona di Surabaya,\” tuturnya.

Potensi guru di Surabaya Barat dan Surabaya Selatan akan menjadi yang selanjutnya ditingkatkan agar menjadi merata pada 2019. Salah satu pembicara yang juga merupakan Ketua Umum IGI Pusat, Ramli Rahim menyampaikan kebutuhan guru dengan dasar pendidikan kejuruan.

\”Belum ada kampus yang membuat jurusan pendidikan kejuruan. Sehingga sangat sedikit guru yang pendidikannya linear. Padahal guru kejuruan sangat dibutuhkan saat ini,\” jelasnya.

Ia melanjutkan, guru harus memberikan pelajaran pada siswa sesuai dengan target kurikulum yang harus dituntaskan. \”Tidak hanya itu, tapi guru juga harus bisa menciptakan suasana di mana siswa bisa menyerap materi yang ia sampaikan. Ini tidak mudah. Maka guru juga harus terus belajar,\” tutur Ramli.

Melalui wadah IGI, para guru diharapkan dapat mengubah dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada pihak lain, sehingga siap menjadi lokomotif penggerak perubahan bagi bangsa.

\”Moto IGI yaitu Sharing and Growing Together akan mengarahkan IGI menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan kejuruan,\” tutupnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar