Pendidikan & Kesehatan

Ikuti Program Tetirah di Kota Batu

50 Murid SD Kabupaten Kediri Alami Disfungsi Sosial

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Sosial Kabupaten Kediri bersama Dinas Pendidikan memberangkatkan sedikitnya 50 murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Purwosari ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA), Bima Sakti Kota Batu.

Mereka akan mengikuti kegiatan petirahan atau pembinaan perilaku untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sikap anak. Melalui program tetirah, para siswa akan dibimbing selama 25 hari ditempat tersebut terhitung sejak Senin (4/11/2019).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Drs. Suharsono, program tetirah ini dimaksudkan untuk mencegah terhambatnya fungsi sosial anak yang kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. “Selama menjalani pendidikan tetirah, siswa didampingi oleh guru pembimbing dari sekolah,” kata Suharsono.

Inti dari Program Tetirah, imbuh Suharsono, terletak pada pembentukan dan pembinaan mental anak. Sehingga diharapkan nanti ada perubahan perilaku yang cenderung positif dari anak yang mengikuti program tersebut. Di PPSPA mereka akan mendapat pelatihan kemandirian dalam mengatasi hambatan fungsi sosial.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, DR. Nur Miftahul Fuad menuturkan, ada 50 orang anak yang terpilih dalam mengikuti kegiatan tersebut. Yakni, dari SDN Klampitan, SDN Bulu dan SDN Tugu di Kecamatan Purwoasri.

Mereka yang mengikuti program ini dipilih berdasar beberapa kriteria diantaranya, anak mengalami disfungsi sosial. Pada 2019, Dinas Sosial Kabupaten Kediri melaksanakan Program Tetirah untuk kali pertama. Sementara pada 2020, diharapkan bisa dilaksanakan lebih dari satu kali. Pemberangkata dilepas oleh Plt Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Drs. Suharsono di halaman SDN Bulu Porwoasri. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar