Pendidikan & Kesehatan

2 Sekolah Islam Terdampak Lumpur Lapindo Dijadikan Disertasi

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) mengadakan ujian promosi gelar doktor dalam program studi, Studi Islam, M. Munir Mansyur, di Gedung Pascasarjana Twin Tower setempat, Selasa (26/3/2019).

Munir Mansyur mengambil objek disertasi dengan judul Kesinambungan dan Perubahan Pendidikan Islam di Daerah Bencana Lumpur Lapindo Sidoarjo (Studi Multikasus pada MA Kholid Bin Walid Renokenongo-Porong dan SMK Jawahirul Ulum Besuki Jabon). Penelitiannya merupakan gambaran pendidikan Islam pasca kejadian bocoran Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo.

Munir ingin melihat bagaimana bencana tersebut berdampak pada dua sekolah tersebut. Ia memotret kehidupan belajar mengajar di MA Kholid Bin Walid yang terdampak yang menyebabkan sekolah tersebut harus mengontrak rumah sederhana menjadi sebuah sekolah hingga saat ini.

Selain itu pria yang juga menjadi Lektor Kepala di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA ini meneliti SMK Jawahirul Ulum Besuki Jabon yang harus pindah karena gedungnya rusak dan membuat gedung sekolah baru yang lebih baik.

Ia mengatakan bahwa daerah-daerah yang mengalami musibah tidak selalu harus menutup akses pendidikan, tetapi banyak yang bertahan dan survive dengan keadaan di tempatnya. “Tidak melulu daerah yang kena bencana dan fasilitas sekolahnya rusak menghentikan proses belajar mengajar nya tapi meraka biasanya survive dan terus menjalani kehidupan disana dengan seadanya,” ujar pria kelahiran 1959 ini.

Sidang doktoral itu berlangsung lancar dan mendapat respon cukup baik dari para penguji serta mahasiswa yang hadir. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar