Pendidikan & Kesehatan

15 Sekolah di Kota Mojokerto Dapat Dana Pemeliharaan Rp 1,5 Miliar

Atap kelas SDN II Kranggan ambrol. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada 15 sekolah di Kota Mojokerto yang akan mendapatkan alokasi dana perbaikan gedung sekolah. Namun gedung sekolah yang mendapatkan alokasi dana perbaikan gedung sekolah tersebut untuk sekolah yang sudah memiliki sertifikat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, masih ada 15 SDN yang belum tersentuh alokasi dana perbaikan gedung sekolah. “Dari pengecekan di lapangan, ada 15 sekolah yang menjadi perhatian khusus kami. Tahun ini, kita akan memperbaiki sekolah yang mempunyai sertifikat dulu,” ungkapnya, Sabtu (18/1/2020).

Kerusakan sekolah yang sudah ada sertifikat tanah akan dilakukan perbaikan tahun 2020 ini menggunakan dana pemeliharaan Rp1,5 miliar. Namun untuk bangunan sekolah yang rusak berat dan belum bersertifikat, lanjut Amin, pihaknya masih menunggu sertifikat selesai dan kemungkinannya tahun 2020 selesai.

“Tahun 2020 sejumlah SDN memperoleh bantuan dana rehabilitasi gedung sekolah berupa DAU dan DAK senilai Rp2,3 miliar. Ada 8 SD yang dapat dana DAU dan DAK yakni SDN Kranggan 4, Gedongan 3, Kranggan 5, Purwotengah 2, Magersari 2, Mentikan 2, Surodinawan dan Gedongan 2,” katanya.

Amin menambahkan, selain delapan SD juga ada dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mojokerto juga mendapat bantuan rehabilitasi bangunan dari dana Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1.207.715.200. Mekanisme rehabilitasi perbaikan gedung sekolah akan dilelang secara umum.

“Ada dua SMP yaitu SMPN 4 (DAU) dan SMPN (DAU) dan SMPN 8 Kota Mojokerto (DAK). Adapun sekolah SDN yang belum mendapat alokasi perbaikan yakni SND Prajurit Kulon 1, SDN Kranggan 2, SDN Wates 6 dan 5, SDN Mentikan 2 serta SDN Gunung Gedangan 2,” jelasnya.

Sebelumnya, gedung perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ambruk terkena angin kencang pada pertengahan Oktober 2014 silam. Gedung perpustakaan tersebut belum mendapatkan dana alokasi perbaikan lantaran tidak mempunyai sertifikat kepemilikan. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar