Olahraga

Yuli Sumpil: Ada yang Bilang Saya Raja Rasis, Padahal Bukan

Malang (beritajatim.com) – Dirigen Aremania, Yuli Sumpil menolak anggapan suporter lain jika dirinya dianggap sebagai dirigen rasis. Menurutnya rasis adalah menggolongkan budaya, merasa etnis paling tinggi hingga penghinaan agama maupun suku dan ras.

Yuli Sumpil terang-terangan menyebut dirinya berideologi fasis. Ia mengklaim tak pernah menyanyikan lagu rasis. Yuli menegaskan Aremania tak ingin kalah dengan suporter lain yang dianggap sebagai musuh.

“Ada yang bilang saya raja rasis. Padahal saya tahu saya ini bukan rasis, saya ini fasis. Bagiku negara nomor satu di dunia adalah Indonesia dan Arema klub nomor satu baru klub lain dan negara lain, saya tidak mau menyamakan itu,” kata Yuli Sumpil, Jumat, (1/2/2019).

Yuli mempertanyakan bagian mana lagu yang ia komandoi menunjukan sikap rasis. Ia menegaskan, Indonesia dan Arema adalah nomor satu di atas golongan lainnya sebab dirinya berfaham fasis. Lagu teror di dalam stadion dianggapnya sebagai hal biasa dalam dunia suporter.

“PSSI harus jelas menerapkan aturan. Suporter lain juga harus membedakan mana rasis dan fasis. Rasis itu apa ? warna kulit, suku agama dan ras,” ucap Yuli Sumpil.

Yuli Sumpil berharap PSSI harus tegas dalam menerapkan aturan. Jika ada larangan rasis harus dijelaskan detail pasal-pasal aturan nyanyian suporter. Menurutnya, selama ini PSSI menerapkan hukuman tanpa aturan jelas di awal.

“Jika ada aturannya saya akan patuh dengan aturan PSSI. Harus dijelaskan rasis itu apa dan bagaimana yang dilarang. Bukan tiba-tiba sanksi,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar