Olahraga

Tribute To Afridza, Sebelum Meninggal Sempat Pesan Helm Bergambar Bunga Mawar

Surabaya (beritajatim.com) – “Mungkin Tuhan berkendak lain, motor dan helm ini hanya bisa dipajang di samping sirkut tanpa di pakai Afridza berlaga padahal juara didepan mata,” cerita NanangĀ  mekanik pribadi almarhum Afriza Munandar, pembalap asal Tasikmalaya saat ditemui di sirkut balap Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Pembalap berusia 20 tahun, yang tercatat sebagai atlet puslatda Jabar balap motor Afridza Munandar telah pergi untuk selamanya setelah insiden kecalakaan dalam balapan di Asia Talent Cup (ATC) di Sirkuit Sepang, Malaysia, 2 November lalu.

Pebalap binaan Astra Honda Motor (AHM) ini mengalami nasib tragis saat mengalami crash dan sempat tertabak oleh pebalap lainnya.

Namun kenangan itu tampak masing terbayang di team Astra Honda Motor (AHM) ketika masuk di seri ke-5 kejuaraan balap motor OnePrix di Sirkuit GBT.

Motor yang biasa ditunggangi oleh Afridza dengan nomor andalan 28 tampak hadir di Sirkuit GBT. Alasan kuda besi milik pebalap yang meninggal pada usia 20 tahun ini di bawa ke Surabaya karena memang pebalap muda kebanggaan Indonesia ini akan mengikuti balapan di Sirkuit GBT.

Salah satu mekanik Afridza mengatakan alasan motor almarhum dibawa ke GBT karena memang dia diproyeksikan ikut ajang OnePrix untuk seri terakhir di Surabaya.

“Ya memang kami menyiapkan motor ini. Karena dia di seri sebelumnya (seri ke-4) ikut di ajang balap OnePrix. Terus setelah itu dia mewakili Indonesia balapan di Sepang itu,” kata Nanang yang telah menjadi mekanik Afridza sejak pemula.

Nanang mangatakan, Afridza berpeluang menjadi juara di ajang balap motor tertinggi di Indonesia itu. Karena di seri sebelumnya, ia sudah menempati posisi kedua.

“Ya memang prediksi saya dia bisa juara di Sirkuit GBT ini, tapi tuhan berkehendak lain,” imbuh Nanang.

Mekanik Afridza ini juga mengaku tak melihat tanda-tanda akan kepergian pebalapnya itu. Hanya saja ia kaget ketika Afridza Munandar ini tiba-tiba mendesain helmnya dengan warna pink dan dengan gambar bunga mawar.

“Memang (alm) Afridza ini suka warna pink, tapi tak suka dengan motif bunga pada helm, kok sebelum balapan di Sepang itu dia bawa helmnya ke tukang cat lalu dia pesan dengan motif itu,” lanjut Nanang.

Seperti diketahui, Afridza sebetulnya dijadwal akan balapan di seri ke-5 OnePrix di Sirkuit GBT. Namun sayang ia lebih dahulu meninggalkan pebalap yang lainnya setelah insiden kecelakaan di Sorkuit Sepang, Malaysia.

Namun tim AHM tetap membawa motor Afridza ke Surabaya. Di sana seluruh tim mengebakan kaos putih dengan bertuliskan “tribute to Afridza” dengan foto sang pebalap.

Selain itu juga di belakang kaos juga ditulisi nomor motor Afridza Munandar, yakni angka 28 dengan warna pink.

Tak hanya itu, helm yang baru didesain oleh Afridza yang rencananya akan dibuat balapan di Suranaya dengan motif warna pink dengan gambar bunga mawar turut di bawa.

Bahkan keduanya di pajang dan menjadi tempat swafoto oleh pengunjung yang hendak menyaksikan ajang balap motor OnePrix di Sirkuit GBT.

Bukan itu saja, saat berakhirnya acara balapan, motor Afridza pun di bawa ke lintasan sirkuit GBT. Di sana motor tersebut menjadi daya tarik, bahkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismahiri menyempatkan berfoto dengan motor pebalap muda Indonesia.[way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar