Olahraga

Transfer Madura United Berorientasi Aset dan Investasi

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro menegaskan agresivitas dalam bursa transfer yang dilakukannya pada musim ini, sebagai bagian dari kebijakan yang berorientasi sebagai aset dan investasi.

Namun pihaknya juga tidak mau disamakan dengan skenario Sriwijaya FC pada musim lalu, yakni mengontrak sejumlah pemain bintang pada awal musim dan akhirnya harus degradasi ke kasta kedua sepakbola tanah air.

Hal itu ditegaskan menyusul banyaknya netizen yang meramal tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, bakal mengalami nasib serupa seperti Laskar Wong Kito. “Madura mendatangkan pemain sebagai aset, bukan beban biaya,” kata Haruna Sumitro, Senin (28/1/2019).

“Jadi Jangan berpikiran Madura United adalah Sriwijaya Jilid 2, makanya kami juga bingung karena banyak orang mengatakan seperti itu. Memang hubungannya dimana,” sambung pria yang akrab disapa HS.

Dari itu pihaknya menolak timnya disamakan dengan Sriwijaya, terlebih dengan orientasi konkrit yang diusungnya untuk kompetisi mendatang. “Visi Madura United adalah menjadikan pemain sebagai invesitasi. Jangan investasi itu kemudian disamakan dengan klub lain yang bangkrut, itu menjadikan biaya pemain sebagai beban,” tegasnya.

“Kami bersyukur karena anggaran Madura United tahun ini terkoreksi cukup signifikan dibandingkan tahun kemarin. Justru total belanja musim lalu, jauh lebih besar daripada (belanja pemain) musim ini,” jelasnya.

Terlebih musim ini tim yang bermarkas di Pulau Garam, merekrut sejumlah pemain bintang guna merealisasikan ambisi musim depan. “Hal ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat, bahwa tidak akan terjadi seperti yang dialami Sriwijaya. Karena proyeksi ini berdasar sponsor dan pendapatan klub,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar