Olahraga

Tiket Ekonomi Arema FC Vs Persebaya Tembus Rp 150 Ribu

Malang (beritajatim.com) – Menjelang kick off pertandingan final leg kedua Piala Presiden, harga tiket melambung tinggi. Banyak calo menaikkan harga tiket hingga dua kali lipat. Kenaikkan harga tiket oleh para calo ini, setelah Panpel Arema FC menyatakan tiket sudah habis.

Berdasarkan pantauan beritajatim.com, harga tiket ekonomi dibandrol hingga harga Rp 150 ribu. Sementara VIP dijual dengan harga Rp 300 ribu – Rp 400 ribu.

Meskipun dengan harga tinggi, namun Aremania yang sudah terlanjur datang, tetap saja ada yang mau membeli. “Tadi saya mendapat Rp 150 ribu untuk ekonomi. Ada juga yang menawarkan Rp 200 ribu,” ucap salah satu Aremania, Jumat (12/4/2019) petang ini.

Keluhan kelangkaan tiket final ini, juga dirasakan oleh Aremania lainnya. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam, demi mendapatkan tiket untuk menyaksikan langsung pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Menariknya lagi, para calo ini menjual tiket tidak hanya di luar stadion. Bahkan ada yang berjualan tiket di depan loket. “Tadi ada calo yang sempat diamankan, kemudian diserahkan ke Panpel untuk ditindaklanjuti,” kata salah satu perwira polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) ini.

Sementara itu, pantauan di lokasi luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, animo supporter Singo Edan yang datang ke stadion sangat banyak. Bahkan sejak sore, tribun stadion sudah mulai terlihat penuh. Sekalipun kick off baru digelar pukul 20.00.

Di luar stadion, juga masih banyak ribuan Aremania yang tidak bisa masuk. Selain karena stadion sudah penuh, mereka banyak yang tidak memiliki tiket.

Ribuan Aremania dan Aremanita ini, terlihat bergerombol di depan pintu A. Mereka rela menunggu meski diguyur hujan deras. Aremania ini meminta untuk masuk ke dalam stadion.

“Buka…buka…buka pintunya. Buka pintunya sekarang juga,” demikian teriakan Aremania saat mendesak petugas supaya membuka pintu masuk.

Melihat banyaknya Aremania yang ingin masuk, aparat keamanan langsung berjaga. Petugas lantas membuat pagar betis. Karena para Aremania ini, menutup jalan kendaraan tamu undangan dan pemain yang akan datang.

Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono, meminta Aremania untuk tidak terprovokasi. Ia meminta Aremania untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, dengan tidak membuat kericuhan.

“Tolong jangan anarkis, mari saling menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ucap Sunardi kepada ratusan suporter.

Sejak pukul 17.30 jalan menuju pintu utama mulai disterilkan. Ratusan petugas menjaga dengan membuat pagar betis, untuk menghalau Aremania. Mengingat kedua tim mulai memasuki stadion kanjuruhan. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar