Olahraga

Supporter Nyalakan Flare, Manajer Persewangi Jos Rudi: Tidak Apa-apa

(ilustrasi) Suporter Persewangi Banyuwangi menyalakan flare di Stadion Diponegoro. (Foto: usf)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Cerawat atau flare menyala dari tibun penonton usai laga Liga 3 Zona Jawa Timur Grup E, antara Persewangi Banyuwangi Vs PSIL Lumajang di Stadion Diponegoro, Minggu (1/9/2019). Diduga, flare itu dinyalakan oleh oknum supporter Laros Jenggirat di sisi timur dan Ultrasud Famiglia (USF) X Persewangi di sisi selatan.

Lalu apakah ada sanksi maupun denda akibat aksi itu? Menurut regulasi, penggunaan flare (suar/nyala api) dalam pertandingan atau kompetisi sepak bola resmi di Indonesia tidak diperbolehkan atau dilarang. Hal ini tertuang pada pasal 52 huruf c butir i FIFA Stadium Safety and Security Regulation. Serta, Pasal 70 ayat (1) Kode Disiplin PSSI.

Yang isinya, mengatur tentang tingkah laku buruk yang dilakukan penonton l merupakan pelanggaran disiplin. Di antaranya, penggunaan benda-benda yang mengandung api atau dapat mengakibatkan kebakaran (kembang api, petasan, bom asap/smoke bomb, suar/flare dan sebagainya).

Serta, penggunaan alat laser, pelemparan misil, menampilkan slogan yang bersifat menghina, berbau keagamaan/religius atau terkait isu politis tertentu, dalam bentuk apapun (secara khusus dengan cara memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut, choreo atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung). Lalu, menggunakan kata-kata atau bunyi-bunyianyang menghina atau melecehkan atau memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana.

Berkaitan dengan kasus di kandang Persewangi, bedanya flare menyala setelah selesai pertandingan. Bukan saat pertandingan berlangsung.

Berkaca pada pertandingan sebelumnya, Persewangi Banyuwangi melawan Persid Jember di Stadion Diponegoro, Minggu (4/8/2019) lalu, perilaku yang sama sempat terjadi. Akan tetapi pelakunya adalah pendukung dari Jember Berani (Berni). Saat itu, Persid mendapat sanksi denda senilai Rp 7 juta. Logikanya, jika diberlakukan aturan yang sama, maka Persewangi juga harus siap menanggung sanksi juga.

Akan tetapi menanggapi soal itu, Manajer Persewangi Banyuwangi Jos Rudi tetap tenang. Ia menilai, flare menyala usai laga sah dan diperbolehkan. “Itu tidak apa-apa, kan menyalakannya usai peluit panjang dan pertandingan sudah berakhir. Ya gak apa-apa, kan gak mengganggu pertandingan. Mereka sudah tahu semua soal itu,” ungkapnya. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar