Olahraga

SK Kepengurusan KONI Kabupaten Mojokerto Periode 2020-2024 Dipertanyakan

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto saat silaturahmi ke Plt Bupati Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai Demokrat, Suher Didiento terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto Jawa Timur periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di salah satu hotel di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (14/12/2019) lalu.

Bos Bendo Sport terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto setelah mendapatkan dukungan 17 cabang olahraga (cabor) atau selisih satu angka dengan rivalnya, Direktur Show Room Mobil IMM Jakarta perwakilan Jawa Timur, Munawar Tobing. Pasca pemilihan, di deadline dua minggu untuk menyusun struktur pengurus.

Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto harus menyusun struktur pengurus bersama formatur, yakni Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois dan Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto periode sebelumnya, Firman Efendi. Namun perumusan susunan pengurus yang digelar Sabtu (28/12/2019) deadlock.

Penyusunan struktur pengurus sempat berjalan alot, bahkan perdebatan nama-nama pengurus sempat terjadi. Namun, Selasa (31/12/2019) KONI Jatim menerbitkan Surat Keputusan (SK) KONI Kabupaten Mojokerto periode 2020-2024. Dalam susunan struktur pengurus, orang-orang suksesi Suher saat Musorkab 2019 lalu justru diduduki orang lain.

Sehingga beberapa pihak masih mempersoalkan keabsahan SK tersebut dinilai unprosedural. Pasalnya, Suher dinilai punya inisiatif sendiri dengan mengisi orang-orang pilihannya tanpa ada beberapa nama di tim suksesinya. Termasuk juga tanpa ada kesepakatan dengan dua orang formatur tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Cabor Tarung Derajat, Usman Efendi. “Saat itu, memang ada beberapa nama yang tidak disepakati formatur dan ketua umum katanya akan memperbaikinya. Tapi ternyata SK justru terbit meski tidak ada tanda tangan dua orang formatur,” ungkapnya, Sabtu (4/1/2020).

Masih kata Usman, ia sempat menjadi orang yang menyukseskan Suher menjadi ketua umum. Ia adalah orang yang paling aktif mencarikan dukungan cabor untuk Suher. Namun namanya tidak ada dalam daftar 45 nama pengurus SK KONI Kabupaten Mojokerto periode 2020-2024.

“Kita sejak awal yang berjuang dan mendukungnya (Suher). Tapi dalam SK justru nama kami tidak ada dalam struktur. Saat awal-awal penyusunan, kita sejak diajak bicara tapi saat detik-detik akhir justru tidak ada nama kami. Terus perjuangan kami kemarin buat apa?,” tegasnya.

Informasi beritajatim.com menyebutkan, Kamis (2/1/2020) suksesi Suher mendapatkan salinan SK dan di hari yang sama Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto silaturahmi ke Plt Bupati Mojokerto untuk membahas pelantikan pengurus. Terkait hal ini, belum ada konfirmasi dari Ketua KONI Kabupaten Mojokerto periode 2020-2024, Suher Didieanto. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar