Olahraga

Seteru di Tubuh Pertina Banyuwangi Berakhir

Banyuwangi (beritajatim.com) – Konflik di tubuh pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Cabang Banyuwangi sempat mencuat ke ranah hukum. Alasannya, salah satu pengurus menggunakan atlet tinju dan nama club yang tak disesuai.

Hal itu memantik persoalan yang berkepanjangan. Hingga berujung pelaporan resmi ke Polres Banyuwangi. Mereka yang terlibat adalah, mantan Bendahara Pertina Banyuwangi Joko Misbono dan Pelatih Sasana Real Boxing Camp Banyuwangi, Febri Saputra. Belakangan, keduanya dapat duduk bersama dan sepakat untuk mengakhiri konflik.

Usut punya usut, persoalan ini dilandasi dari kejuaraan yang diikuti oleh Pertina Banyuwangi pada 16-18 Desember 2017. Saat itu, salah satu atlet tinju asal kota Gandrung meraih penghargaan dalam kejuaraan.

Sepulang dari kejuaraan, Ketua Harian Pertina Dziro HS mengambil piagam tersebut ke Joko Misbono. Ternyata, piagam itu berbunyi pencantuman nama club Sasana Mina Boxing Camp di bawah pembinaan Joko Misbono, bukan nama organisasi Pertina Banyuwangi.

Dari kenyataan ini menjadi pukulan telak bagi sejumlah pengurus waktu itu. Sehingga bermuara pada klarifikasi dan berujung pelaporan ke ranah hukum. Terlebih, menjadi bahan acuan untuk kepengurusan agar tidak main-main dalam berorganisasi.

“Kemudian diklarifikasi kembali, lalu kita mengirim surat tapi tidak ada jawaban dan melaporkan ke Polres. Lapor pada 18 Februari 2018, dipanggil 7 Maret 2018 untuk dimintai keterangan,” kata Febri Saputra, Senin (21/1/2019).

Akan tetapi, dua kubu yang sempat berseteru ini akhirnya bersepakat damai. Mereka saling berjabat tangan dan pihak terlapor mengakui kesalahannya. “Setelah pertemuan ini, kita sepakat akan mencabut laporan di Polres Banyuwangi. Paling lambat besok,” ungkap Febri.

Sementara itu, Joko Misbono dengan jantan mengakui kesalahannya. Dia mengaku telah melakukan kesalahan dalam penulisan nama club di piagam itu.

“Saya pribadi mengakui penulisan piagam itu dan saya meminta maaf kepada semuanya. Kepada Pak Febri saya juga minta maaf. Kami sepakat mengakhiri ini dan melupakan semua. Yang kita pikirkan saat ini adalah Pertina ke depan dapat eksis lagi,” ujar Joko yang kini menjadi Ketua Muathay Banyuwangi itu.

Ketua Harian Pertina Banyuwangi, Dziro HS menyambut baik kesepakatan islah antar kedua belah pihak. Sehingga ke depan tak ada lagi konflik di tubuh cabor tinju Banyuwangi. “Ke depan kita ingin prestasi Pertina yang ditonjolkan bukan konfliknya saja,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar