Olahraga

Sepak Bola Banyuwangi WO, Ini Kronologinya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Tim Sepak Bola Porprov Banyuwangi memilih walk out (WO) pada pertandingan kedua melawan tuan rumah Kabupaten Tuban, Rabu (3/7/2019). Alasannya, tim kota gandrung kekurangan pemain.

“Hari ini kita tidak main melawan Tuban, dan dipastikan kalah WO. Kita tidak bisa paksakan karena pemain kita hanya 9 anak, apalagi 1 kiper cidera. Kasihan pemain kita, selain berat juga menyangkut psikologis,” jelas Manajer Tim Sepakbola Porprov Banyuwangi, Eko Priyono, Rabu (3/7/2019).

Permasalahan ini sebenarnya sudah diketahui sejak pertandingan perdana melawan tim Sidoarjo. Saat itu, perwakilan asal Bumi Blambangan itu memaksakan untuk tetap bermain dengan 9 pemain yang terverifikasi. Hasilnya, tim Banyuwangi dicukur 1-5 oleh tim kota udang Sidoarjo.

“Kita kan dulu juga ikut pra Porprov di Lumajang dan kita lolos. Waktu itu memang ada 23 pemain yang resmi ikut. Namun, kami dari official sudah dikasih tahu oleh ASKAB PSSI kalau ada verifikasi lagi untuk entri data pemain di KONI Banyuwangi untuk Porprov. Tapi setelah itu, kami tidak tahu, ya terakhir tahu hanya ada 14 pemain itu yang terverifikasi dan mendapat ID Card atau tanda pengenal atlet”

“Waktu itu sudah kita setorkan semua datanya, kita tidak tahu perkembangannya. Yang tahu Ketua ASKAB PSSI. Setelah tahu perkembangannya ternyata terakhir yang disahkan cuma 14, jadi yang terdaftar hanya 14 anak itu,” terangnya.

Dalam perjalanannya, diantara 14 atlet tersebut sejumlah 5 orang kembali ke klub masing-masing. Yaitu ikut Arema FC Malang, ada yang Kalimantan, bekerja ke Bali, dan lain-lain.

“Jadi, memang 5 itu tidak kita bawa dengan alasan masing-masing. Ada yang ikut klub dan ada yang memiliki kepentingan lain,”

Tapi, cabor sepak bola ini tidak melaporkan perubahan kepada KONI Banyuwangi dan langsung mencari pengganti 5 pemain tanpa didaftarkan lebih dahulu keabsahannya. Sehingga ditolak untuk turun bermain ke lapangan.

“Kita berusaha mencari pemain pengganti untuk menambah pemain yang ada. Tapi, tetap hanya 9 atlet yang boleh tampil,” ungkapnya.

Langkah-langkah yang telah diambil kontingen Banyuwangi antara lain konsolidasi ke panitia porprov agar atlet tambahan tersebut diterima dan diabsahkan. Akan tetapi, sesuai aturan tidak boleh dan ditolak.

Dengan hasil koordinasi dengan panitia tersebut yang ditolak oleh panitia sehingga cabor sepakbola diputuskan mundur dan tidak melanjutkan pertandingan mengingat hanya 9 orang atlet yg boleh tampil,” kata Ketua Kontingen Porprov Banyuwangi, Mukayin.

Mengenai registrasi keabsahan data dan verifikasi atlet, kata Mukayin, pihaknya telah memberikan peringatan kepada ASKAB PSSI Banyuwangi sejak jauh hari. Bahkan, peringatan itu dilayangkan hingga mendekati batas waktu penutupan input data.

“Hingga batas waktu itu tanggal 24 Juni 2019 tidak ada lagi data atlet sepak bola yang dikirim untuk diinput, maupun bukti fisik untuk dikirimkan. Karena selain entri secara online, data fisik juga dikirim,”

“Kemudian, tanggal 26 Juni 2019 Sekretaris KONI Banyuwangi melakukan cek ke cabor termasuk sepak bola untuk memastikan data by name yang masuk. Tapi, tidak ada respon dari ASKAB PSSI, termasuk data 14 atlet yang terdaftar,” jelas Sekretaris KONI Banyuwangi ini.

Pada saat mau berangkat, official menyampaikan untuk menambah atlet. Kemudian, pihaknya berusaha untuk membantu.

“Sehingga kita berupaya untuk merekomendasikan 10 pemain tambahan baru yang dibawa itu meskipun peluangnya tipis. Tapi tetap, hasil kordinasi final hanya 14 pemain yang telah terverifikasi. Sekali lagi, dari 14 itu hanya ada 9 pemain yang dapat bermain, sisanya sudah kembali ke klub,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar