Olahraga

Kericuhan di Liga 3

Sempat Ancam Akan Hentikan Liga 3, PSSI Jatim Melunak

Surabaya (beritajatim.com) – Sempat mengancam menghentikan pertandingan Liga 3, karena adanya tiga pertandingan yang menyebabkan kericuhan. Akhirnya Asprov PSSI Jawa Timur memutuskan tak jadi menghentikan kompetisi Liga 3 Jatim.

Sebelumnya, PSSI sempat mengatakan akan menghentikan kompetisi Liga 3 Jatim karena kejadian memalukan yang dilakukan suporter Persibo Bojonegoro dan suporter Persipro Probolinggo pada 5 Oktober 2019 kemarin.

Namun, setelah melakukan pertemuan dengan 38 perwakilan klub di Jatim, Asprov PSSI Jawa Timur tak jadi menghentikan. Pertimbangannya adalah akan banyak klub yang dirugikan. Selain itu kompetisi juga hampir berakhir.

“Jadi sesuai kesepakan kompetisi tetap kita lanjutkan. Dengan beberapa catatan kalau ada kerusuhan lagi maka klub dan pihak yang terlibat akan kita tindak tegas,” kata Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin, Rabu (9/10/2019).

Tindakan tegas yang dimaksud Amir ini yakni mereka tidak pandang bulu siapa saja yang salah akan diproses. Kalau perangkat pertandingan maka akan diistirahatkan, selanjutnya untuk pemain atau suporter akan mendapat saksi.

“Akan ada tindakan tegas tanpa pandang bulu, tim, suporter, officil, pemain dan perangkat pertandingan semuanya akan kami tindak,” imbuh dia.

Selanjutnya, untuk musim kompetisi tahun depan, PSSI Jatim tidak memasukkan pemain senior di Liga 3 Jatim. Hal ini dikarenakan pemain senior sering melakukan provokasi ke juniornya untuk melakukan kekerasan.

“Pemain senior diatas U-23 tidak kita masukkan, karena dari pertimbangan kasus kekerasan selama ini pemain senior sering melakukan provokasi ke juniornya,” ujar Amir.

Selain itu, tiga perangkat pertandingan yang memimpin laga Nganjuk United vs Persibo Bojonegoro, Persema Malang vs Deltas Sidoarjo, Persipro Probolinggo vs Persid Jember diistirahatkan hingga akhir kompetisi.[way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar