Olahraga

Ponorogo Gelar Kejuaraan Paralayang

Wakil Bupati Soedjarno memukul gong sebagai tanda dibukanya Kejuaraan Paralayang Liga Jatim seri 2 di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo kembali menggelar kejuaraan paralayang liga Jatim seri 2 pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di gunung Gedhe Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo. Event paralayang yang kedua di bumi reyog ini diikuti sekitar 58 peserta dari dari kota maupun kabupaten di Jawa Timur.

”Di gunung Gedhe Desa Tatung ini kejuaraan paralayang seri kedua, yang pertama diadakan di gunung Banyak Batu Malang,” kata Ketau Pasi Jatim Arif Eko Wahyudi, saat ditemui beritajatim.com usai acara pembukaan, Jumat (2/8/2019).

Eko menyebut kejuaraan paralayang di gedung Gedhe ini melombakan hanya nomor akurasi. Dan diikuti oleh kelompok umur 19 tahun, 22 tahun dan kelompok umum.

”Untuk Ponorogo ini sementara yang dilombakan di nomor akurasi,” katanya.

Arif mengapresiasi gelaran paralayang kali ini, karena di Desa Tatung ini memiliki potensi atlet di kelompok siswa yang bagus. Setelah dibuka dua tahun lalu, animo atlet meningkat, terbukti banyaknya atlet lokal yang mengikuti kejuaraan ini.

”Saya yakin 10 tahun kedepan, Ponorogo bisa menggelar kejuaraan paralayang bertaraf internasional,” katanya.

Sementara itu wakil bupati Soedjarno uang membuka kejuaran paralayang liga jatim seri 2 ini mengungkapkan bangga dengan atlet paralayangnya. Meski cabang olahraga baru di Ponorogo, atlet paralayang dari bumi reyog ini sudah bisa menyumbangkan medali perunggu di porprov jatim beberapa waktu yang lalu.

”Dengan adanya kejuaraan ini diharapkan atlet kita bisa tambah pengalaman dan jam terbang. Syukur-syukur dapat prestasi lebih dari pada waktu di Porprov lalu,” katanya.

Soedjarno menyebut gunung Gedhe di Desa Tatung menurut Pasi Jatim cukup bagus venuenya. Memang masih perlu perbaikan-perbaikan disisi akses menuju tempatnya. Dia berharap masyarakat dan Pemkab bisa bersinergi untuk mendukung supaya venue tersebut lebih baik lagi. Apalagi setelah ada tempat take off lagi yang sama bagusnya dengan yang ada sekarang. Dengan adanya dua tempat take off kedepan dibarapkan para atlet lebih semangat untuk latihan.

”Tentu muaranya itu atlet dari Ponorogo bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkaanya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar