Olahraga

Persepam Dicoret dari Kompetisi Liga 3

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Persatuan Sepakbola Pamekasan (Persepam) yang notabene tim kebanggaan masyarakat Pamekasan, dipastikan gagal tampil di kompetisi Liga 3 musim 2019.

Kepastian tersebut berdasar Surat PSSI Jawa Timur, Nomor 277/B/PSSI-Jatim/V/2019 yang ditandatangani Sekretaris PSSI, Amir Burhannudin., tertanggal Kamis (16/5/2019).

Dalam surat tersebut, Persepam dicoret sebagai kontestan kasta ketiga sepakbola tanah air akibat sanksi disiplin atas putusan Induk Tertinggi Sepakbola Dunia (FIFA) Disciplinary Committee Nomor 140640 PST REL tentang pembayaran tunggakan gaji kepada pemain asing atas nama Amadou Konte.

“Dalam putusan tersebut, Persepam mendapat hukuman alias sanksi berupa harus membayar gaji plus bunga pemain bersangkutan. Termasuk sanksi berupa larangan untuk mengikuti kompetisi Liga 3 musim 2019,” kata Sekretaris Askab PSSI Pamekasan, Haqi, Senin (27/5/2019).

Tidak hanya dalam kompetisi resmi Liga 3, Persepam juga dilarang bertanding di lingkungan PSSI hingga menyelesaikan persoalan sanksi yang diterima. “Jadi berdasar keputusan itu, Persepam dicoret dari ke ikut sertakan di kompetisi Liga 3 PSSI Jawa Timur tahun 2019,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Persepam merupakan satu dari beberapa tim di Madura yang sempat tampil di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air saat dikelolah PT Pojur Madura United.

Namun pasca terdegradasi ke Liga 2, Persepam dikelola manajemen PT Jempol Madura Utama hingga akhirnya kembali terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola tanah air.

Proses sanksi tersebut seyogyanya diterima Persepam kala dikelola PT Pojur Madura United, namun ketika proses penyerahan ke Pemkab Pamekasan langsung diambil alih PT Jempol Madura Utama yang saat itu berkompetisi di Liga 2.

Hanya saja surat sanksi tersebut justru kembali keluar pasca Persepam dipastikan terdegradasi ke Liga 3, sekaligus menutup peluang Persepam untuk kembali naik ke level tertinggi. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar