Olahraga

Persebaya Kehilangan Fokus di Babak Kedua

Surabaya (beritajatim.com) – Kesempatan Persebaya untuk menang masih belum habis di Final Piala Presiden 2019. Leg pertama, Persebaya ditahan imbang Arema FC.

Hasil seri ini tentu membuat langkah Persebaya ke tangga juara lumayan berat. Karena mereka harus melakoni leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 12 April 2019.

Menanggapi hasil ini, pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman sedikit kecewa. Sebab tidak bisa mekasimalkan pertandingan kandang dengan baik untuk mencetak banyak gol.

“Hasil seri 2-2 ini dengan format dua kali main di final tentu mengecewakan. Karena kami tidak bisa meraih kemenangan di kandang sendiri,” kata Djanur sapaan akrabnya usai pertandingan.

Sementara mengenai jalannya pertandingan, Djanur juga merasa ada strategi yang tidak berjalan. Sebab tim berjuluk Bajul Ijo itu hanya bisa menekan 10 menit awal saja.

Selebihnya, usai mencetak gol lewat tendangan Irfan Jaya pada menit ke-8. Persebaya malah harus tertekan hingga akhir babak pertama usai. Serta mereka harus rela kebobolan oleh Hendro Siswanto di menit ke-33, sehingga kedudukan menjadi 1-1.

“Jadi setelah ditariknya M. Hidayat pada menit ke-10 tadi dan digantikan oleh Fandi Eko, tempo permainan kami menurun. Kita juga kalah dalam penguasaan lapangan tengah,” ujar pelatih asal Majalengka ini.

Baru di babak kedua, Persebaya mulai bangkit menekan. Hasilnya menit 71, Damian Lizio mampu mencetak gol melalui titik putih.

Namun, Bajul Ijo kembali dibalas lewat gol Konate Makan pada menit ke-78. Skor pun menjadi 2-2. Hasil ini tentu membuat langkah Persebaya berat saat menjalani leg kedua di Malang.

“Babak kedua kami kehilangan fokus sehingga kembali mereka mampu mencetak gol. Namun kembali saya katakan, perjuangan kita menjadi juara belum pupus, meski jalannya cukup berat di leg kedua,” ucap pelatih 54 tahun itu. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar