Olahraga

Jamu PS Tira Persikabo, Persebaya Tertahan

Surabaya (beritajatim.com ) – Persebaya harus puas berbagi poin saat menjamu PS Tira Persikabo, Minggu malam, (21/7/2019) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Tak ingin kembali mengalami kekalahan, pelatih Persebaya Djajang Nurdjaman langsung memasang enam pemain dengan tipikal bertahan. Di posisi belakang ada nama Abu Rizal Maulana, M.Syaifudin, Otavio Dutra, dan Ruben Sanadi. Di tambah, Rachmat Irianto yang difungsikan sebagai gelandang bertahan bersama M.Hidayat.

Dengan memasang banyak pemain bertahan, di awal pertandingan PS Tira yang memiliki barisan penyerang berkualitas kesulitan menembus pertahanan Persebaya.

Sebaliknya, dengan penampilan Persebaya yang mengandalkan Amido Balde sebagai striker tunggal berhasil membahayakan pertahanan lawan. Tercatat, di 7 menit awal, Amido Balde dua kali membahayakan gawang PS Tira.

PS Tira yang terus mendapat tekanan hanya mengandalkan serangan balik melalui kedua sayap yang diisi dengan tipikal pemain yang memiliki skill dan kecepatan seperti Ciro Henrique Alves dan Wawan Febrianto.

Di menit ke-19, Wawan Febrianto berhasil memberi ancaman bagi gawang Persebaya melalui pergerakannya di sisi kanan pertahanan tuan rumah. Ia berhasil melewati penjagaan Abu Rizal Maulana. Namun, karena tendangannya masih lemah masih dapat diantisipasi kiper Mizwar Saputra.

Terus menyerang, Persebaya terus memberi begitu banyak ancaman tambahan melalui Amido Balde, yang juga terus dapat diantisipasi kiper PS Tira, Angga Saputra.

Gol yang ditunggu-tunggu oleh Persebaya akhirnya hadir di menit ke-44, melalui tendangan jarak jauh Rachmat Irianto yang sulit diantisipasi kiper lawan. Skor 1-0 menutup babak pertama.

Usai turun minum, Persebaya terus mendominasi permainan. Tercatat dalam 10 menit pertama, Amido Balde memiliki empat peluang emas yang gagal menjadi gol.

Sebaliknya, PS Tira terkesan terbawa dengan alur permainan cepat yang ditampilkan Persebaya. Tim tamu kesulitan untuk menembus pertahanan tuan rumah.

Terus menerus menyerang, membuat Ruben Sanadi dkk lengah dalam bertahan. Terbukti, di menit ke-64 ketika PS Tira memanfaatkan satu peluang melalui serangan langsung menjadi gol. Serangan balik yang terkoordinasi dengan baik oleh Ciro Alves yang menyisir sisi kanan pertahanan Persebaya, kemudian memberi umpan tarik kepada Wawan Febrianto yang mencetak gol.

Beberapa menit pasca gol, lampu stadion GBT mati karena masalah teknis. Kesempatan itu, dimanfaatkan oleh PS Tira untuk mengubah strategi permainan.

Hal itu terbukti dengan mulai menurunnya tempo permainan kedua tim, yang lebih saling menunggu momentum melakukan serangan balik cepat.

Setelah mati lampu, tempo permainan kedua tim menurun. Kedua tim sama sama bermain sabar menunggu momentum serangan balik. Namun, hingga pertandingan usai skor tetap 1-1.[way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar