Olahraga

Perang Mental Laga Madura United Vs PSM

Pamekasan (beritajatim.com) – Kiper Madura United FC, Muhammad Ridho Djazulie menilai laga leg kedua melawan PSM Makassar, pada babak semifinal Piala Indonesia 2018. Bukan hanya sekedar adu taktik, tetapi juga perang mental.

Sebab laga yang dijadwalkan kick off pukul 15:30 WIB di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan, Minggu (7/7/2019) sore ini. Kedua tom sama-sama berambisi memenangi pertandingan, guna memastikan langkah ke fase puncak, final Piala Indonesia 2018.

Bahkan kiper bernomor punggung 20 dalam skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, juga mengaku siap tampil menghadapi Juku Eja, sekalipun sempat diragukan tampil akibat insiden lawan pemain PSM yang membuatnya harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Martodirdjo, beberapa waktu lalu.

“Ini pertama kalinya kami mendapat benturan keras, tetapi hal ini sudah menjadi resiko penjaga gawang. Alhamdulillah kondisi kami sudah baik, mudah-mudahan bisa dimainkan melawan PSM,” kata Muhammad Ridho Djazulie.

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan insiden yang membuatnya harus mengakhiri laga kala timnya menang 2-0 dari PSM tetap tidak menjadikannya trauma. “Trauma tidak ada, kemarin timing kami kurang selangkah. Mungkin itu kesalahan kami, tapi itu situasional di sebuah pertandingan,” ungkapnya.

Dari itu, laga ketiga melawan tim asal Sulawesi Selatan bakal berlangsung pada sektor mental. Sebab kedua tim sama-sama memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing lawan. “Pastinya semua pemain kelelahan, karena jadwal sangat padat,” jelasnya.

“Paling penting pemain percaya diri, sebab (laga) ini tentang mental. Siapa yang mentalnya kuat, insya’ Allah akan menjadi pemenang,” pungkas pemain yang akrab disapa Ridho.

Pada laga tersebut, tim tuan rumah wajib mengalahkan tim tamu dengan jumlah dua gol lebih banyak guna melangkah ke babak final. Sebab pada leg pertama mereka gagal membawa pulang poin pasca menyerah dengan skor tipis 1-0 di markas PSM. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar