Olahraga

Pelajaran Penting Madura United dari Jayapura

Pamekasan (beritajatim.com) – Kekalahan Madura United FC atas Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Selasa (17/7/2019) lalu. Sekaligus menjadi kekalahan pertama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab pada kompetisi resmi Liga 1 2019.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan hasil positif tim binaan Dejan Antonic, sebab pada beberapa laga sebelumnya mereka berhasil menorehkan hasil positif berupa tiga poin sempurna. Hanya imbang saat bertandang ke markas Persib Bandung, beberapa waktu lalu.

“Kekalahan harus menjadi pelajaran untuk segera dibenahi, tetapi kita juga harus sadar bahwa sebagian besar pemain mengalami kelelahan akibat padatnya jadwal. Baik jadwal Liga 1 maupun Piala Indonesia,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Kamis (18/7/2019).

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan selama ini harus menjalani jadwal padat dalam dua ajang berbeda. Bahkan dalam edisi Juli 2019, mereka harus menjalani hingga sebanyak sembilan pertandingan.

“Hingga saat ini Madura United adalah tim yang menajalani rangkaian pertandingan away (tandang) terbanyak, termasuk juga di pertandingan Piala Indonesia di sela-sela jadwal kompetisi yang terus berjalan,” ungkap pria yang akrab disapa Zia.

Memang perjalanan panjang Madura United dalam mengarungi berbagai jadwal laga sangat berpengaruh terhadap tim. Sebab mereka terpaksa harus kehilangan sejumlah pemain penting di awal-awal kompetisi, seperti Andik Vermansyah, Greg Nwokolo, Muhammad Ridho Djazulie hingga Zah Rahan Kranger.

Bahkan saat bertandang ke markas Mutiara Hitam, pelatih Dejan Antonic juga menyertakan sejumlah pemain muda guna melengkapi komposisi tim. Di antaranya Muhammad Rafit (PG), Kadek Raditya, Syahrian Abimanyu, dan Gufroni Al-Ma’ruf. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar