Olahraga

Lempar Botol ke Lapangan, PSID Jombang Kena Denda Rp 5 Juta

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Komdis (Komisi Disiplin) PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 5 juta untuk PSID Jombang. Hal itu sebagai bentuk hukuman terjadinya pelemparan botol ke tengah lapangan saat pertandingan antara tuan rumah PSID melawan Persekabpas Pasuruan di Stadion Merdeka Jombang, Selasa (3/12/2019).

Denda tersebut berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada Jumat 6 Desember 2019. Selanjutnya, sanksi tersebut diumumkan melalui laman resmi PSSI, Senin (9/12/2019). Bukan hanya itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi untuk pemain dan official PSID.

Untuk pemain PSID, sanksi dijatuhkan kepada Erfan Rusiyadi. Dia mendapat larangan bermain sebanyak dua kali pertandingan. Saat bentrok melawan Persekabpas, Erfan memukul pemain lawan. Sedangkan official PSID yang mendapat sanksi adalah Wawan Hariono.

Saat pertandingan liga 3 tersebut, Wawan dianggap melakukan protes berlebihan terhadap wasit. Sanksinya, larangan masuk ruang ganti dan duduk di bangku cadangan sebanyak satu kali. Bukan hanya PSID, asisten pelatih Persekabpas Pasuruan, M. Irfan Junaidi, juga mendapatkan sanksi serupa.

Irfan mendapatkan hukuman larangan masuk ruang ganti dan duduk di bangku cadangan sebanyak satu kali. Saat pertandingan menghadapi PSID Jombang, Irfan juga dianggap melakukan protes berlebihan terhadap wasit. Laga antara kedua kesebelasan pada 3 Desember 2019 itu memang berlangsung panas.

Bahkan, pertandingan sempat berhenti beberapa menit. Semisal kericuhan sempat terjadi di menit ke-10. Yakni, saat Kapten PSID Jombang Didit Febrianto disikut pemain tengah Persekabpas Pasuruan di pinggir tribun penonton.

Dalam pertandingan leg kedua itu, Persekabpas ditahan imbang PSID dengan skor 1-1. Hasil itu membuat laju Persekabpas ke Liga 2 terhenti. Persekabpas kalah dalam produktivitas gol tandang, setelah pada leg pertama, tim asal Kabupaten Pasuruan ini ditahan imbang 2-2 oleh PSID di stadion Pogar. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar