Olahraga

Legenda Arema dan Legenda Persebaya Saja Bisa Bersatu, Gimana Kalian?

Malang (beritajatim.com) – Serangkaian penutupan Final Piala Presiden 2019 cukup meriah. Sebelum, laga antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang digelar Jumat, (12/4/2019).

Enam legenda masing-masing 3 dari Arema dan 3 lagi dari Persebaya bersatu dalam sebuah laga eksibisi melawan 50 pemain dari Akademi Arema FC. Selain itu, bersatunya para legenda diharapkan mengurangi ketegangan rivalitas antar kedua tim.

Tiga legenda Arema FC adalah Hendro Kartiko, Miftahul Huda dan Doni Suherman. Sedangkan tiga legenda Persebaya adalah Uston Nawawi, Anang Ma’ruf, dan Mursyid Effendi. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Oki Dwi Putra.

Kick off dimulai, 50 pemain cilik dari Akademi Arema FC langsung menyerang dari segala penjuru ke lini pertahanan para legenda. Barisan legenda pun dibuat mati kutu, nyaris separuh lapangan dikuasai oleh pemain-pemain cilik ini.

Pemain Akademi Arema FC, berasal dari kelahiran tahun 2007 hingga 2010. Barisan legenda pun hanya sesekali melakukan serangan balik. Asik menggempur pertahanan para legenda, barisan pemain cilik ini lupa lini pertahanan.

Melalui skema serangan balik, Uston Nawawi melepaskan tendangan lambung ke gawang Akademi Arema FC yang dikawal oleh 4 penjaga gawang sekaligus. Goooolll…. Legenda unggul 1-0 hingga pertandingan berakhir.

“Tega…tega…tegaaa…. Uston Nawawi melalui tendangan cipnya mampu membobol gawang pemain-pemain cilik bung. Sudah cukup pertandingan berakhir 5 menit saja kasihan nafas para legenda,” tandas Valentino Simanjuntak dengan nada bercanda.

Tentunya pertemuan para legenda Singo Edan dan Bajul Ijo menjadi contoh bahwa rivalitas di atas lapangan hanya 90 menit selebihnya kedua tim merupakan saudara. Sebab, keenam pemain ini menjadi pemain yang merasakan langsung bagaimana duel panas Super Derby Jatim pada masa lalu. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar