Olahraga

Lapangan Stadion JSG yang Buruk Rugikan Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Lama tidak digunakan untuk kompetisi resmi sepakbola Liga 3, kondisi lapangan Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, buruk. Ini terlihat saat pertandingan Persid melawan Persebo Muda Bondowoso, Jumat (9/8/2019) kemarin.

Lapangan yang seharusnya terhampar hijau bagaikan permadani justru terlihat tidak rata. Tanah warna hitam terlihat di sejumlah bagian lapangan, termasuk di gawang sisi selatan. Saat pemain berlari, terlihat tanah warna hitam ikut terangkat karena terkena paku sepatu bola.

Kondisi ini, menurut Asisten Pelatih Persid Ansori, tidak ideal bagi sebuah pertandingan sepak bola nasional. Kondisi lapangan ini mengganggu pola permainan Persid yang mengandalkan kaki ke kaki dan bola-bola pendek. “Ini mempengaruhi kontrol bola. Saat lari sprint, mereka terpeleset,” katanya. Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan pemain mengalami cedera.

JSG dibangun dan diresmikan pada masa pemerintahan Bupati MZA Djalal periode 2009-2014. Stadion ini berkapasitas 20 ribu penonton dan dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp 200 miliar dari APBD Jember. Ini adalah mimpi Bupati Djalal untuk membangun kompleks olah raga seperti senayan. Dalam suatu kesempatan ia pernah menyebut kompleks JSG sebagai Senayan Kecil.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi pernah mengunjungi stadion sepak bola baru di Kecamatan Ajung tersebut pada Jumat (13/3/2015). “Kita senang sekali ada inisiatif dan terobosan pemerintah daerah. Ini menggambarkan ada cita-cita dan harapan besar agar prestasi olah raga dan sepak bola tumbuh,” katanya saat itu.

“Stadion ini layak ditempati event-event nasional, karena berstandar internasional. Bikin kejuaraan piala bupati dengan mengundang kesebelasan terdekat,” kata Nahrawi.

Imam Nahrawi terpesona melihat stadion baru itu. “Kalau setiap kabupaten punya stadion seperti ini, kita tak akan ragu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar