Olahraga

KONI Banyuwangi: ASKAB PSSI Harus Bertanggungjawab

Banyuwangi (beritajatim.com) – Buntut mundurnya tim sepakbola Banyuwangi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur menuai kecaman dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi. Pasalnya, hal itu tak hanya berdampak pada hasil pertandingan tetapi juga menyangkut harga diri nama daerah.

Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya, Asosiasi Kabupaten, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Banyuwangi harus bertanggungjawab.

“Kejadian ini sangat disayangkan, dan tentunya memalukan bagi kita. Seharusnya ASKAB PSSI itu harus pro aktif melakukan kordinasi, jangan merasa hebat sendiri. Sejauh saya menjadi ketua, tercatat hanya sekali melakukan kordinasi,” kata Michael, Senin (8/7/2019).

Khusus di ajang Porprov ini, kata Michael, seluruh cabor maupun KONI telah berjuang untuk suksesnya ajang tersebut. Tapi, berbanding terbalik kala melihat kenyataan salah satu cabor bermasalah.

“Semua sudah mati-matian berusaha, jangan sampai ada yang mengecewakan. Tapi, apa yang dilakukan ASKAB PSSI ini sungguh tidak masuk akal. Bayangkan dari 35 cabor yang ikut, hanya 1 cabor yang bermasalah. Dari sini kan kelihatan siapa yang tidak serius,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tak akan tinggal diam. Evaluasi akan segera dilakukan untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. “Kalau sanksi tidak ada, karena KONI kan gak bisa memberikan sanksi. Mungkin akan ada evaluasi terkait pendanaan saja,” jelasnya.

Usai gelaran Porprov, KONI Banyuwangi segera memanggil ASKAB PSSI untuk mengklarifikasi terkait kejadian itu. Sekaligus memberikan penjelasan yang sebenarnya mengenai kronologi maupun alasan tim sepak bola mundur.

“Jangan terus kita saja yang disalahkan, tapi mereka juga harus gentle menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya terjadi. Biar semua tahu yang sebenarnya. Sepakbola ini banyak penggemarnya terutama warga Banyuwangi. Jangan kalau pas seperti ini justru saling menyalahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kronologi mundurnya tim sepakbola Banyuwangi di Porprov versi KONI Banyuwangi lantaran kurangnya pemain yang terdaftar dalam susunan starting eleven. Saat itu, PSSI Banyuwangi hanya mendaftarkan 14 pemain untuk mengarungi putaran grup di Kabupaten Tuban.

Saat pelaksanaan pertandingan, ternyata dari 14 pemain yang resmi terdaftar, hanya 9 pemain yang bisa dimainkan. Alasannya, 5 pemain lainnya tidak dibawa dalam skuad yang ada.

Versi PSSI Banyuwangi, usai pra Porprov di Lumajang, telah mendaftarkan 23 pemain. Tapi, setelah dilakukan verifikasi ulang hanya 14 pemain yang memenuhi syarat, dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Sementara 9 lainnya tak dilengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, Akte maupun ijazah. Pihak KONI Banyuwangi telah mengkonfirmasi terkait minimnya pemain yang didaftarkan dan melengkapi dokumen tersebut.

Bahkan, pihak Ofisial Kontingen Porprov Banyuwangi telah memperingatkan dan meminta dokumen pemain lain. Tapi tak ada respon dari ASKAB PSSI maupun manajer tim sepakbola Banyuwangi. Hingga batas waktu akhir pendaftaran, hanya 14 pemain lah yang resmi terdaftar.

Namun, belakangan hanya 9 pemain yang dibawa ke Tuban, 5 lainnya tak disertakan karena alasan telah kembali ke klub masing-masing. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar