Olahraga

Khofifah Minta PSSI Buat Format Persatuan Suporter

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta PSSI membuat format yang relevan terkait suporter sepak bola Indonesia supaya lebih baik. Sehingga rasisme antarsuporter suporter tidak ada lagi. Hal itu dilontarkan Khofifah usai pertemuan antar suporter Liga 1 di Kantor Grahadi Jatim, Minggu (9/2/2020).

“Jadi bagaimana kemudian kami meminta loyalitas. Sifat-sifat yang konstruktif itulah PR kita pada hari ini. Kami berharap apa yang bisa dibangun antara Jakmania dan Bobotoh juga bisa direplika. Format-format yang memungkinkan antara yang sedang bertanding dengan suporter itu sama-sama berjalan konstruktif,” kata Khofifah.

Selain itu, Gubernur Jatim mengatakan, seharusnya Bonek dan Aremania mampu berkomitmen menjalin hubungan yang baik. Hal itu pernah terjadi, ketika final Piala Presiden 2019. Baik ketika laga home maupun away.

“Lalu kemudian Piala Presiden yang lalu ternyata finalnya adalah Persebaya dan Arema. Maka kemudian diputuskan ada kandang dan tandang, sehingga ketika di Surabaya tidak ada Aremania yang hadir dan ketika kemudian di Kanjuruhan tidak ada Bonek yang hadir,” imbuh dia.

“Piala Gubernur nanti kita mesti memberikan suasana yang terbuka untuk semuanya, tidak ada misalnya pokoknya harus di sini atau harus di sana, yang ada adalah bahwa masing-masing suporter harus bisa menampilkan yang terbaik di dalam persiapan untuk turnamen Liga 1,” ujar dia.

Ketua Umum PSSI Moch Iriawan bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria hadir untuk melihat langsung proses deklarasi suporter, karena di daerah lain belum ada yang melakukan hal ini. “Suatu kebanggaan kami (PSSI Pusat) bisa ada di sini, karena bisa melihat deklarasi perdamaian suporter. Bahkan turut hadir juga perwakikan dari suporter Persebaya dan Arema FC,” kata Iwan Bule sapaan akrabnya.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Gubernur Jatim ini jauh lebih maju ketimbang provinsi lain. Karena dengan pertemuan suporter ini dapat ditiru oleh daerah lain. “Kombinasi poros Jawa Timur luar biasa, di mana tidak ada provinsi menjalankan hal semacam ini, terutama akan pertandingan Piala Gubernur Jatim,” pungkas Iwan Bule. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar