Olahraga

Ketua KONI Banyuwangi: Aku Kudu Piye?

Banyuwangi (beritajatim.com) – Minimnya dana hibah yang didapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi membuat pusing sejumlah pihak. Tak hanya cabang olahraga yang berhak mendapat dana pembinaan, pun Ketua KONI justru merasa bersalah.

Sebenarnya, Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto tak kurang cara untuk berupaya memberikan yang terbaik. Akan tetapi, hal itu tak mampu mengubah keputusan Pemda dan DPRD Banyuwangi yang memangkas anggaran hibah menjadi 50 persen dari sebelumnya.

“Saya sudah ketemu bupati, sudah ketemu ketua DPRD Banyuwangi, sudah perintah anggota Fraksi Demokrat. Sudah aku jelaskan kepada mereka semuanya tapi tetap dapat segitu. Aku kudu piye,” ungkapnya, Jumat (11/1/2019).

Tak dapat dipercaya, tapi patut diterima apa adanya. Bahkan, Michael mengaku pasrah atas apa yang dialami induk organisasi olahraga yang dipimpinnya.

“Salah siapa? Apa ketua KONI yang tolol apa mereka yang gak punya hati. Pasrah wis, mau dipecat besok gak apa-apa,” ungkapnya.

Tahun ini, sejatinya KONI mengajukan anggaran senilai Rp 9 Miliar, namun dana hibah pemerintah Banyuwangi itu hanya disetujui Rp 2,75 Miliar. Itu berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,5 Miliar.

“Apakah itu karena kegagalan saya atau karena para pemangku kebijakan yang tak mau peduli dengan olahraga serta pembinaan atlet,” ungkapnya lagi.

Paling parah, dampak dari minimnya anggaran untuk KONI ini berimbas pada pembinaan yang bermuara pada keikutsertaan cabang olahraga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019. Bahkan, keputusan final telah diucapkan dan disaksikan oleh anggota cabor, Banyuwangi tak akan ikut dalam ajang multievent yang akan berjalan Juli mendatang itu.

Hal yang aneh, padahal Bumi Blambangan telah menjadi saksi sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara tunggal yang baik pada Porprov 4 tahun silam. Namun kini kenyataannya bertolak belakang. Jangankan prestasi, panji Banyuwangi pun terancam tak berkibar. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar