Olahraga

Keputusan Banyuwangi Tak Ikut Porprov, Final..!

Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi melalui KONI memutuskan tak mengikutsertakan cabang olahraga (Cabor) dalam gelaran multievent Porprov. Keputusan itu nampak menjadi final kepagian untuk bermimpi menggapai prestasi olahraga.

Pasalnya, tak akan ada keputusan lain untuk merubah komitmen sebelumnya. Mencari jawaban dari pemerintahan pun tampak bak bertepuk sebelah tangan, karena tak kunjung ada jawaban.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi sebagai perwakilan pemerintah yang membawahi bidang olahraga juga menolak berkomentar. Alih-alih memberikan jawaban, mereka justru enggan membuka diri. “Saya No Comment..!!,” jawab Kepala Dispora Banyuwangi, Wawan Yadmadi, Jumat (11/1/2019).

Usut punya usut, perwakilan pemerintah itu kemungkinan telah berpedoman dengan keputusan yang diambil sebelumnya. Yakni, menyangkut besaran anggaran hibah ke KONI yang telah diketuk palu. Artinya, keputusan itu tak dapat berubah.

“Kalau anggaran sudah ditentukan, ya sudah. Kalau tiba-tiba berubah gimana. Intinya saya no comment, saya tidak mau menanggapi itu,”

“Dispora nanti akan lebih fokus ke pengembangan olahraga sejak dini. Seperti coaching clinic, seperti yang terbaru nanti akan ada Sport Culture Everyday di Taman Blambangan. Kita ingatkan yang jelas olahraga dan kesehatan itu penting,” ungkapnya.

Keputusan Banyuwangi tak turun dalam Porprov Jawa Timur 2019, kuat dipengaruhi minimnya anggaran yang turun untuk KONI. Anggaran itu, sedianya untuk dana pembinaan setiap anggota cabor di bawahnya.

Besaran anggaran hibah itu turun sebesar Rp 2,75 Miliar, berkurang dari tahun lalu yang mencapai Rp 5,5 Miliar. Menurunnya jumlah itu disebabkan adanya pemangkasan dari pemerintah dengan alasan adanya defisit anggaran.

Kondisi ini yang menyebabkan, anggota cabor kelimpungan. Pasalnya, dana yang didapat bakal menyulitkan jika dibagi dengan anggaran atlet yang akan menuju Porprov.

Meski demikian, KONI Banyuwangi tetap membuka diri jika cabor ingin tetap ikut ke Porprov. Namun, KONI tak memaksa jika mereka harus merogoh kocek pribadi.

“Intinya, KONI tetap mengkoordinir keputusan cabor yang ikut Porprov. Karena, bagaimanapun pendaftaran secara kolektif melalui kita. Tapi kalau memang tidak ikut juga tidak memaksa. Keputusannya kita tunggu 15 Januari ini. Sejauh ini ada 3 cabor yang telah mengajukan untuk ikut Porprov, Possi (selam), Panahan dan Gulat,” kata Sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar