Olahraga

Jelang PON Papua, KONI Minta Asprov PSSI Jatim Cek Kesehatan Atlet

Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Oktober 2020, Ketua Harian KONI Jawa Timur, M Nabil mengingatkan kepada Asprov PSSI Jatim untuk lebih memperhatikan atlet sepak bola yang akan bertanding pada gelaran empat tahunan ini.

M Nabil mengatakan dalam kongres tahunan PSSI Jatim, tim sepak bola Jawa Timur ditargetkan bisa meraih medali emas. Pasalnya bercermin dari beberapa tahun kebelakang prestasi Jawa Timur di PON menorehkan prestasi dan bisa membawa medali emas, yakni sejak tahun 2000, 2004 dan 2008. Meskipun hingga kini beberapa propinsi masih menjadi kompetitor yang sulit untuk ditaklukkan seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.

Dengan target ini, diharapkan Asprov PSSI Jawa Timur lebih memperhatikan atlet sepak bolanya salah satunya dengan melakukan tes kesehatan sebayak tiga kali dalam satu tahun supaya kondisi kesehatan pemain lebih terukur mana yang sakit dan mana yang ada masalah lain. Hal ini juga sebagai acuan bagi para pelaih supaya tidak seenaknya tanpa mengukur fisik dan kesehatan.

“Saya harap Asprov PSSI Jatim lebih memperhatikan atlet sepak bola jelang PON Papua. Kesehatan juga tetap dijaga dengan melakukan tes satu tahun tiga kali untuk mengontrol kondisi pemain. Karena kami tidak mau mengulang kejadian seperti PON Riau. Setelah pagelaran PON, 35 persen atlet Jatim terkena gagal ginjal karena tidak terkontrol dengan baik,” ucap Nabil, Minggu (23/2/2020).

Nabil juga menambahkan, untuk mengukur kualitas pemain sepak bola di usia muda, Asprov Jatim telah membuat gebrakan dengan menambah kompetisi kelompok umur. Tentu hal ini menjadi inspirasi kota lain untuk mencari bibit muda sepak bola.

“Asprov Jatim sudah sukses menghidupkan kembali Piala Gubernur lewat sepak bola, bahkan sudah ada kompetisi kelompok umur juga. Hal ini tentu bisa menjadi hal positif mengingat Jatim merupakan barometer yang memiliki segudang pemain berkualitas dan dapat masuk timnas Indonesia. Berarti Jawa Timur bukan hanya memiliki pemain yang hanya jago kandang,” imbuhnya.

Diharapkan di tangan pelatih yang berkompeten Rudi Ketjles dan persiapan yang cukup matang selama dua tahun ini tidak menghambat tim sepak bola merebut juara di PON Papua 2020. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar