Olahraga

Jejak Rekam Lukman Wafi Selama Memimpin KONI Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebelum menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, Lukman Wafi membeberkan beberapa program yang sudah dia jalankan.

Wafi resmi mengundurkan diri pada Minggu (3/2/2019). Dia terpilih sebagai ketua KONI sejak 2015, hal pertama yang dia lakukan yakni keinginan untuk membangun KONI Kabupaten Bojonegoro lebih profesional dan mandiri.

Salah satunya, keluar dari lingkungan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro tempat KONI berkantor saat itu. “Tidak ada yang bisa dibawa kecuali satu set komputer dan seperangkat kursi tamu,” ceritanya.

Hingga kemudian, saat ini sudah memiliki kantor yang berada di Jalan Gajah Mada yang masuk jalan protokol dan mudah diakses. Kemudahan akses itu menjadi jujukan pengurus koni, cabor, pelatih dan atlet. “Bahkan menjelang pelaksanaan Porprov ke VI ini menjadi jujukan KONI Provinsi dan KONI Kabupaten kota se Jatim,” ungkapnya.

Untuk menunjang aktifitas, kata dia, saat ini KONI memiliki barang-barang inventaris, dari kamera, komputer, lcd, warles, kursi dan meja rapat, sampai 15 unit alat fitnes yang bisa dimanfaatkan oleh atlet. “Lalu koordinator olahraga kecamatan dibentuk dan dikukuhkan, ini semua  menjadi bagian dari penguatan kelembagaan,” terangnya.

Selain memperbaiki secara infrastruktur, dia juga mengaku mulai memperbaiki sistem pemberian dana kepada atlet dan cabang olahraga yang dilakukan tidak secara tunai, kecuali melalui transfer ke rekening masing masing.

Dukungan dana kepada cabor menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya dengan berbasis pada pembinaan dan prestasi. “Antara cabor yang serius melakukan pembinaan dengan cabor yang hanya sekadar ada tentu saja berbeda,” ungkapnya. “Periode 2015-2019  ada tujuh cabang olahraga baru yang bergabung dengan KONI Bojonegoro,” lanjutnya.

Sementara di 2019 ini, Kabupaten Bojonegoro akan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan Porprov ke VI yang digelar pada 6-13 Juli 2019. Sehingga, untuk mempersiapkan ajang kompetisi itu KONI Bojonegoro memiliki tanggungjawab besar dalam membentuk atlet.

Untuk keperluan Porprov 2019 Pemkab Bojonegoro juga telah mengalokasikan  bantuan dana hibah kepada KONI sebesar Rp5,6 Miliar. “KONI mempersiapkan atlet berprestasi sejak 2017 untuk menghadapi Porprov 2019 dalam memberi yang terbaik,” ungkapnya.

Munculnya mosi tidak percaya secara tiba-tiba yang berlanjut pada permintaan dilaksanakannya musyorkablub membuat persiapan Porprov 2019 berantakan, puslatkab menjadi tidak terurus, agenda agenda kerjasama dengan universitas di Surabaya dan Kodim 0813 Bojonegoro harus berakhir tanpa kejelasan, padahal hanya tersisa  waktu lima bulan menuju Porprov 2019.

“Saya selaku ketua KONI Bojonegoro yang masih syah, tidak tahu persis bagaimana sesungguhnya sikap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, bagaimana pemkab memanfaatkan even besar ini,” ungkapnya sebelum ia menyatakan mundur dari jabatannya.

Dia menilai, permintaan dilaksanakannya Musyorkablub oleh sejumlah cabor, sebenarnya belum menggambarkan keinginan organisasi karena ada empat cabor yang tidak ditandatangani oleh ketua. Bahkan ada ketua cabor yang merasa tidak membubuhkan tanda tangan, sehingga permintaan musyorkablub tidak memenuhi syarat.

“Tetapi saya beri karpet merah agar musyorkablub bisa diselenggarakan, dimana dengan telah mundurnya saya sebagai ketua KONI. Berarti ketua KONI dianggap berhalangan tetap, maka dengan sendirinya Musyorkablub bisa dilaksanakan untuk melilih Ketua KONI yang baru menghabiskan periode kepengurusan sampai bulan September 2019,” kata Wafi dalam tulisannya.

Dengan demikian, lanjut dia, baik itu dari unsur pemkab, cabang olahraga dan KONI sendiri sudah melangkah dengan aturan yang benar sesuai anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Saya berterima kasih kepada Bupati Bojonegoro Bu Anna Mu’awanah , sebelumnya sudah tiga kali saya berkesempatan menghadap beliau melaporkan program KONI 2019 dan persiapan atlet menyongsong porprov 2019,” ungkapnya.

“Mulai saat ini mari kita lupakan kegaduhan, mari berfikir positif mari kita menatap kedepan menyongsong even besar Porprov ke VI dan saya akan hadir di venue pertandingan bertepuk tangan tatkala atlet Bojonegoro menerima kalungan medali,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar