Olahraga

Ini yang Disampaikan Khofifah pada Atlet Shalfa Avrila

Surabaya (beritajatim.com) – Shalfa Avrila Siani, Atlet Senam Lantai asal Kediri akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (2/12/2019). Pertemuan secara tertutup itu untuk membahas permasalahan pemulangan atlet berusia 17 tahum dalam kejuaraan Internasional Sea Games, di Filipina.

Selama dua jam, Shalfa Avrilia ditemui secara tertutup di ruangan pribadi Gubernur dan membahas dari hati ke hati akan keluh kesah sang atlet karena telah dicoret sepihak oleh Pelatih Pelatnas Senam Lantai.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jika ada dua hal yang disampaikan kepada atlet berusia 17 tahun ini. Ia menyarankan untuk melakukan penenangan diri, salah satunya dengan terapi sosial.

Hal ini bukan tanpa dasar, mendapat hukuman tentu suatu hal yang berat. “Maka kami pihak Pemerintah Provinsi melakukan rembuk dengan Koni Jawa Timur untuk menyiapkan team psikolog untuk menyembuhkan hal ini karena Shalfa masih terdaftar menjadi atlet Puslatdan Jawa Timur”.

“Iya saya sudah berbicara dengan Shalfa dan ibunya akan permasalahan ini, ada beberapa hal yang saya bilang yakni menenangkan hati karena pasti butuh terapi sosial ini sudah saya kooridnasikan dengan pihak Koni Jatim untuk mempertemukan dengan psikolog puslatda mengingat dia masih atlet Jatin, kedua cara memenangkan yang baik adalah berzikir,” papar Khofifah, Senin (2/11/2019).

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah berkoodinasi dengan Wakil Wali kota Kediri Lilik Muhibah, untuk pemindahan sekolah dari Gresik ke Kediri.

“Saya sudah sampikan apakah mau bersekolah di Kediri atau yang lain karena jika kembali ke Gresik tidak mungkin karena trauma cukup berat. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Walikota Kediri ada salah satu sma negeri di Kediri yang sudah siap menerima dia tinggal menunggu proses administrasi, “imbuhnya.

Sebelumnya, berita Shalfa ini mencuat lantaran atlet berusia 17 tahun ini dicoret sebagai atlet Pelatnas lantaran prestasi Shalfa Avrilla Siani ini bisa dikatakan masih jauh dari harapan. Apalagi, berdasarkan laporan tim pelatih ia kerap melakukan tindakan indisipliner karena sering keluar malam, bahkan pulang tengah-tengah malam. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar