Olahraga

Ini Penjelasan PSSI Soal Mundurnya Sepakbola Porprov Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Banyuwangi, Andik Purwanto menanggapi mundurnya tim sepakbola Banyuwangi. Pihaknya, mengaku tak ada masalah sejak awal persiapan hingga menjelang pemberangkatan.

“Kita telah melalui kualifikasi di Lumajang dan menjadi juara grup. Nama-nama pemain yang ikut kualifikasi di Lumajang, itu sudah tidak dapat diganti. Sehingga kita sepakati ada 23 pemain sudah kita daftarkan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Andik, PSSI Banyuwangi telah menyelesaikan semua tahapan untuk kelengkapan administrasi pemain. “Karena yang berkepentingan untuk pendaftaran itu melalui satu pintu melalui KONI Banyuwangi sehingga kita berikan data sesuai kesepakatan hasil kualifikasi tersebut sama persis sebanyak 23 pemain,” ujar Andik, Kamis (4/7/2019).

“Sehingga kami anggap itu aman dan sudah di screening lolos semua. Sehingga tidak ada persoalan yang diantisipasi,” sambungnya.

Setelah dari lumajang, lanjut Andik, memang ada registrasi ulang. Dan, sebelumnya PSSI Banyuwangi telah memberikan data ke KONI untuk didaftarkan ke Provinsi. “Waktu penyerahan data 23 pemain setelah juara grup di Lumajang itu, permasalahanya diketahui setelah sampai di sini (Tuban). Tanggal (1/7/2019) malam, kita dikasih tau hanya 14 pemain yang dapat bermain pada pertandingan perdana (2/7/2019),” jelas Andik.

“Sehingga kita kaget kok hanya 14 pemain? Padahal kita kualifikasi sudah lolos. Adminiatrasi sudah kita kirimkan versi PSSI karena jalurnya lewat KONI Banyuwangi dikirimkan ke KONI Provinsi,” terangnya.

Akan tetapi, dari 14 nama atlet yang ada hanya 9 pemain yang dapat dimainkan. Pasalnya, 5 pemain lainnya telah kembali ke klub.

“Saya tidak tahu dan tidak diberi tahu soal mereka meninggalkan tim dan kembali ke klub. Menurut informasi itu ada yang ikut akademi Arema, ada yang di Kalimantan. Padahal saya sebagai ketua PSSI telah membuat SK untuk manajerial tim Porprov, Manajer Tim ada Eko Priyono, Pelatih Bagong Iswahyudi. Sehingga kami brinisiatif membawa pemain lain untuk mengisi 14 pemain yang ada. Tapi tetap, yang dapat bermain hanya 9, karena mereka yang telah terverifikasi,” katanya.

PSSI Banyuwangi sebenarnya mendapat angin segar setelah KONI Provinsi dan Panitia Penyelenggara sepakbola Porprov meminta untuk mengurus penambahan pemain. Akan tetapi belakangan, angan itu sirna setelah KONI Provinsi dan Panitia Penyelenggara sepakbola tetap tidak mengesahkan penambahan pemain tersebut.

“Setelah pertandingan pertama, kita diminta oleh Mas Dadik dari TD (Technical Deligate) untuk mengurus pendaftaran pemain. Kemudian, Pak Mukayin (Sekum KONI Banyuwangi) menuju ke Surabaya untuk mendaftarkan pemain dan mengirim data menemui Pak Agus. Saat itu, kita dijanjikan dapat memainkan pemain kita untuk melawan Tuban, Rabu (3/7/2019),”

“Tapi, setelah input data dan administrasi ternyata tetap hanya 9 pemain saja yang dapat bermain. Karena pihak panpel sepakbola menyatakan bahwasanya penambahan pemain itu tidak boleh, sudah ditutup. Karena, itu mungkin menjadi komitemen dan peraturan di sepakbola seperti itu. Ya akhirnya kita memutuskan untuk mundur saja. Ditambah ada salah satu pemain kita yang cedera juga,” ucapnya.

Andik menyadari mengenai regulasi itu. Pihaknya juga menerima atas keputusan tersebut. “Kita menyadari kalau peraturan penambahan atau pergantian pemain itu tidak mungkin dilakukan saat pertandingan sudah berjalan,” pungkasnya.

Nasi sudah menjadi bubur, tim sepakbola Porprov Banyuwangi memupus impian melaju ke fase selanjutnya. Tim asuhan Bagong Iswahyudi ini memutuskan tak melanjutkan pertandingan.

Dipastikan, pertandingan melawan tuan rumah Kabupaten Tuban dan terakhir melawan tim Kabupaten Tuluanggung, menyatakan walkout. Sebelumnya, pada pertandingan perdana Banyuwangi melawan Sidoarjo harus menyerah 1-5. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar