Olahraga

Ini Kandidat Kuat Ketum KONI Banyuwangi

Mukayin (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran dirinya sebagai bakal calon ketua umum KONI kepada Panitia Musorkab 2019 di ruang rapat KONI Banyuwangi. [Foto: Rindi/beritajatim]

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi masih kosong. Untuk itu, induk organisasi olahraga di Bumi Blambangan itu segera melakukan Musyawarah Olahraga Kabupaten.

Sepeninggal Michael Edy Hariyanto, beberapa kandidat bakal calon Ketum KONI bermunculan. Setidaknya ada empat nama yang telah resmi mengambil formulir pendaftaran.

Pertama, Raden Bomba Sugiarto seorang berlatar belakang advocat mencoba peruntungannya menawarkan sebagai pemimpin KONI. Kedua ada politisi bernama Alex Budi Setiawan, Afan Rully Arnanta yang mendapat mandat mengambil formulir untuk bakal calonnya serta terakhir ada nama Nasihin yang mewakiki pengurus Persewangi Banyuwangi.

Dari keempat nama itu, baru satu yang telah mengembalikan dan resmi mendaftar ke Panitia Musorkab. Nama itu digadang menjadi kandidat kuat lolos pencalonan sekaligus memegang tampuk kepemimpinan KONI masa bakti 2019-2023.

Terlebih, bakal calon ini didukung kuat oleh suara cabang olahraga (cabor) resmi di KONI yang menjadi syarat mutlak seseorang mencalonkan diri. Ini sekaligus memberi sinyal kuat, satu nama ini bakal lolos dengan mudah menuju panggung Musorkab.

Siapa nama itu? Dia adalah Mukayin yang tidak lain sebagai Sekretaris KONI Banyuwangi saat ini. Nama tersebut muncul, setelah Afan Rully Arnanta menjadi wakil yang mengambilkan formulir pencalonan dirinya.

Pada Jumat (23/8/2019), Mukayin resmi menyerahkan berkas pendaftaran dirinya. Dalam lampiran itu, terdapat lengkap segala persyaratan untuk maju sebagai bakal calon. Di antaranya, daftar riwayat hidup, SKCK, surat keterangan sehat, maupun surat keterangan dukungan oleh cabor pengusung yang ditandatangani oleh masing-masing ketua cabor.

Pria yang akrab dengan dunia olahraga raga di Bumi Blambangan ini mengaku siap jika terpilih untuk mengemban tugas sebagai pimpinan KONI.

“Saya realistis saja, sebetulnya dari awal saya tidak ada keinginan jadi sekretaris bahkan tidak ada mimpipun tidak pernah. Tapi, tanpa mengecilkan kemampuan bakal calon lain yang mengambil formulir kemarin saya rasa yang masih minim berkecimpung di dunia olahraga, rasanya saya tergerak. Waktu itu, setelah pembentukan panitia Musorkab, ada cabor yang mendatangi dan meminta saya untuk maju,” kata Mukayin.

Niatnya, ternyata berseberangan lurus dengan tekat sejumlah cabor. Bahkan, mereka telah berbulat tekat untuk mengusung mantan Ketua Kontingen Porprov VI Jawa Timur ini.

“Ada 21 cabor yang menyerahkan surat dukungan kepada saya. Tapi sebelumnya saya tak begitu saja menerima dukungan itu. Karena masih ada orang tua yang saya mintai restu sekaligus untuk konsultasi untuk minta izin melangkah,” ungkapnya.

Mukayin mengaku tak memiliki target muluk saat terpilih. Hanya satu keinginannya, melanjutkan kebaikan program KONI yang sudah berjalan.

“Yang jelas 2021 mendatang akan ada Porprov lagi, sementara Porprov kemarin sudah berjalan baik, bagaimana kita tinggal memperbaiki lagi, dan yang kurang baik kita perbaiki,” terangnya.

Kedepan, tekatnya satu menjadi jembatan penentu antar pemangku kepentingan. Kordinasi dan komunikasi menjadi hal yang penting di masa kepemimpinannya.

“Yang jelas kita akan selalu komunikasi baik dengan pemerintah melalui Bupati, Sekda maupun Dispora, atau juga DPRD Banyuwangi. Dan tidak ketinggalan masukan dari masing-masing cabor. Semoga memberikan olahraga di Banyuwangi maju,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa cabor yang terang-terangan memberikan dukungan mengaku bulat satu tekat mengusung Mukayin sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Banyuwangi. Alasannya, komunikasi selama ini telah berjalan baik, sekaligus membawa suasana di tubuh induk organisasi semakin padu.

“Yang jelas ini keinginan sendiri dari cabor. Kalau kami memang mengaku selama ini komunikasi sudah jalan. Kalau target kinerja itu bisa dibuat. Satu pesan kami, untuk bakal calon Ketum yaitu mampu meningkatkan prestasi,” ungkap Ketua Cabor Possi Banyuwangi, Yusuf Wibisono.

Selaras dengan Possi, cabor PBSI juga satu tekat mengusung sekum KONI maju bakal calon ketum. “Kami ingin nanti, lebih komunikasi dengan pemerintah, semua elemen bisa bergabung sinergi yang baik sehingga olahraga Banyuwangi lebih maju,” kata Sekretaris PBSI Banyuwangi, Dedi Susanto.

Sementara itu, Ketua Penjaringan dan Penyaringan calon Ketua Umum KONI Banyuwangi, Bonavita Budi Wijayanto menyampaikan pengambilan berkas hingga Jumat (23/8/2019) ada empat orang. Dari empat tersebut baru satu orang yang mengembalikan sekaligus mendaftar.

“Satu mengembalikan berkas pendaftaran dan menyertakan kelengkapan syarat yang ditentukan. Misal, surat kesedian untuk dicalonkan, daftar riwayat hidup, surat dukungan cabor,” jelasnya.

Totok, sapaan akrab Bonavita Budi Wijayanto mengatakan, bakal calon ketua dapat maju menjadi calon ketua jika mereka harus memenuhi syarat. Salah satunya yang menjadi syarat mutlak yaitu mendapat dukungan minimal rekomendasi 10 cabor atau sekitar 30 persen jumlah pemilik suara.

“Panitian Musorkab mendapat hasil yang sudah disepakati harus minimal 10 cabor. Setelah kita buka tanggal 14 Agustus kemarin, batas akhir pendaftaran sampai (26/8/2019). Selanjutnya ada proses verifikasi dan akan diumumkan siapa yang lolos menjadi calon ketum pada (29/8/2019),” jelasnya.

Untuk diketahui, Musorkab atau sidang pemilihan ketua umum akan dilaksanakan pada 1 September 2019. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar