Olahraga

Ini Cara Unik Bonek Memperlakukan Persebaya

Bonek Suporter Persebaya memadati stadion Gelora Bung Tomo. (Foto Dok.)

Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang luput dari perhatian banyak orang usai pertandingan kedua perempat final Piala Indonesia, Madura United melawan Persebaya, Kamis (27/6/2019) lalu.

Persebaya memang kalah 1-2 dan gagal lolos ke semifinal dengan agregat gol 2-3. Namun ratusan Bonek menyambut kedatangan bus tim Persebaya dengan selebrasi layaknya juara.

Ada cerawat merah yang dinyalakan. Ada yel-yel penuh optisme. Ada nyanyian lagu-lagu penuh dukungan sebagaimana biasa diperdengarkan dengan lantang di stadion.

Sambutan seperti ini sebenarnya bukan yang pertama. Saat Persebaya kalah 0-1 di Malang pada Liga 1 musim 2018, Bonek menyambut kedatangan para pemain bak juara.

Namun sambutan kali ini berbeda, karena sebelumnya Bonek melakukan ‘pitch invasion’ saat Persebaya bermain imbang 1-1 di Gelora Bung Tomo pada pertandingan pertama. Sebagian Bonek menyatakan, aksi turun ke lapangan sebagai bentuk terapi kejut bagi Persebaya. Mereka jengkel melihat penampilan para pemain yang kurang trengginas.

‘Pitch invasion’ ini sendiri dikecam sebagian kalangan. Mereka yang mengecam aksi itu menganggap Bonek tak menghargai proses dan hanya ingin menang tanpa melihat proses di lapangan.

Tulus Budi, dedengkot Bonek Jogja, mengatakan sambutan terhadap tim Persebaya sepulang dari Pamekasan adalah apresiasi terhadap penampilan sepenuh hati di atas lapangan. “Hasil akhir memang kalah, tetapi proses perjuangan selama 90 menit itu yang dihargai oleh Bonek,” katanya.

Sambutan ini juga menepis tudingan bahwa Bonek hanya ingin hasil instan. “Sambutan Bonek ini adalah gambaran bagaimana arek Suroboyo cukup adil dalam memperlakukan tim kebanggaan dan sangat mengapresiasi perjuangan tanpa henti sepanjang laga di Ratu Pamelingan kemarin,” kata Tulus.

Hasan Tiro, Bonek di tribun timur, juga mengapresiasi perjuangan Persebaya di Madura. Menurutnya, Persebaya kalah karena kesalahan wasit dalam mengambil keputusan. “Ada hand ball dan Balde dijatuhkan di kotak penalti. Tapi tak ada tindakan dari wasit,” katanya.

Husin Ghozali, Bonek di tribun utara, menegaskan bahwa dukungan terhadap Persebaya tak akan berubah. “Bonek ingin Persebaya mendapatkan hasil yang maksimal mulai dari awal, biar tidak tertatih-tatih mengarungi Liga 1,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar