Olahraga

Ini Alasan PSSI Cabut Hukuman Bobotoh dan Yuli Sumpil

Malang (beritajatim.com) – Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menganulir hukuman Komisi Disiplin PSSI kepada Bobotoh dan dua orang Aremania, Yuli Sumpil dan Fandy. Komite Eksekutif PSSI menghapuskan hukuman bagi Bobotoh dan Yuli Sumpil.

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto memiliki penjelasan tersendiri atas penghapusan hukuman itu. Menurutnya, PSSI tidak memiliki insfrastuktur yang mendukung untuk tetap menjalankan hukuman itu. “Jadi banyak hukuman Komisi Disiplin itu yang tidak bisa diimplementasikan dengan insfrastuktur yang ada,” kata Iwan Budianto di Balaikota Malang.

Adapun, Bobotoh atau suporter Persib dilarang memasuki stadion hingga setengah musim Liga 1 2019. Sedangkan dirigen Aremania Yuli Sumpil dan rekannya Fandy dilarang memasuki stadion disetiap laga Liga 1 seumur hidup.

Pria yang akrab disapa IB itu menyebut, insfrastuktur yang ada belum bisa menjamin hukuman itu tetap diberlakukan. Hal itulah yang menjadi alasan utama PSSI menghilangkan sanksi itu. “Dengan melarang orang masuk ke stadion dalam kurun waktu sekian tahun atau seumur hidup. Kita ini tak punya insfrastuktur menahan seseorang untuk tidak masuk ke stadion. Makanya hukuman itu dihilangkan. Karena kita tak punya insfrastuktur yang bisa digunakan untuk menerapkan sanksi itu,” tandas Iwan Budianto. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar