Olahraga

Hari Rochman Menangi Savana Duatlhon di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Lomba lari bertajuk Banyuwangi Savana Duatlhon berhasil dimenangi oleh Hari Rochman. Pria kelahiran Banyuwangi itu finish pertama di depan atlet timnas Indonesia Ronal Bintang Setiawan. Catatan waktu prajuri marinir ini adalah 1jam 34 menit dan 20 detik, unggul tiga detik dari posisi dua. Sementara, tempat ketiga Fandy Kartika berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu, 1 jam 34 menit 33 detik.

Usai lomba Hari mengatakan, sangat terkesan ikut Banyuwangi Savana Duatlhon ini. Selain track yang menarik, juga suasana asri di hutan hijau Alas Purwo menambah semangatnya. “Saya bersyukur dapat meraih juara di tanah kelahiran sendiri. Saya senang Banyuwangi akhirnya bisa menyelenggarakan kegiatan seperti Triatlon ataupun duatlon ini,” katanya, Minggu (15/9/2019).

Kunci keberhasilannya, kata Hari, konsistensi dan kemauan. Terlebih, dia telah faham dengan lawan yang dihadapinya. “Kebetulan, setiap ada kegiatan pasti ketemu jadi bisa diprediksi siapa yang paling fit pasti ketahuan siapa yang jadi juara. Tapi, saya salut dengan penonton meski di dalam hutan cagar alam terus memberikan
semangat,” katanya.

Meski demikian, Hari menyebut Ronald Bintang memang jadi kompetitor yang ketat. Tak ayal, mulai dari garis start sampai finish terus menjadi pesaingnya. “Perlawanannya, mulai start lari 6,4 km kita sudah bersaing sengit
dengan tiga orang, kemudian berlanjut dengan balap sepeda bersaing dengan tiga orang, dan akhirnya di lari terakhir penentuan kita dapat meninggalkan semua tinggal dua orang dan finish hampir bersamaan,” ujarnya.

Sementara juara di kategori putri, posisi pertama diraih oleh atlet Belanda, kedua ada Andhina Ayuningtyas dari Bogor dan Parwati dari Banyuwangi.

Savana Duathlon masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Duathlon itu menyajikan aksi bersepeda dan berlari di sekitar Alas Purwo yang juga telah ditetapkan sebagai kawasan geological park (geopark, taman bumi) nasional. “Bersepeda dan berlari di paru-paru dunia menjadi daya tarik tersendiri. Bukan wisata masal, tapi peminat sepeda dan lari. Tentu ini menarik, karena dilakukan di Alas Purwo yang sungguh luar biasa pesonanya,” jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas menyebut, Alas Purwo dipilih sebagai arena kompetisi ini seiring dengan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah pusat. “Tahun lalu Pak Luhut telah mengunjungi Alas Purwo, dan beliau sangat terkesan dengan keelokan Alas Purwo. Tak lama dari kunjungan tersebut, pemerintah pusat langsung mengucurkan dana pembangunan sarana dan prasarana, termasuk jalan akses yang kini sudah sangat baik,” kata Anas. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar