Olahraga

Expo Santripreneur 2019, Menpora: Santri Tak Hanya Pintar Ngaji, Tapi Juga Berbisnis!

Surabaya (beritajatim.com) – Menpora RI, Zainudin Amali mengunjungi lokasi Expo Santripreneur 2019 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Minggu (24/11/2019).

Sedianya, Menpora akan hadir pada pembukaan malam hari ini bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Tetapi karena ada kegiatan lain, jadwal kedatangan Menpora dimajukan pada pukul 14.00 WIB bersama rombongan.

Ia langsung meninjau beberapa stand pameran dalam kegiatan tersebut. Salah satunya mengunjungi stand produk makanan ringan. Untuk diketahui dalam pameran ini memamerkan produk lokal, sociopreneur, pertanian, fashion, perikanan, industri kreatif dan teknopreneur yang akan ditampung dalam 99 booth pameran.

Dalam kesempatan itu, Zainudin menyampaikan jika saat ini pemerintah sedang mendorong program prioritas dari Presiden Jokowi untuk pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi. Sehingga, dengan pameran ini bisa menjaring wirausaha muda dari seluruh Indonesia.

“Agar perguruan tinggi akan lahir SDM yang mandiri, yang tangguh dan empati dan berdaya saing. Dan, expo santripreneur ini semoga bisa menjadi salah satu bentuk nyata untuk mendorong ke arah sana,” kata Zainudin kepada wartawan.

Lebih lanjut, Zainudin mengatakan jika expo santripreneur ini bisa bersinergi dengan program Pemprov Jatim tentang one pesantren one product (OPOP).

“Kita tentu harus bisa bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Jadi, tidak bisa kita berjalan sendiri-sendiri, karena membangun bangsa ini sekali lagi saya tekankan bahwa bangsa ini harus kita bersama-sama bersinergi, tidak bisa kita merasa bisa sendirian,” ujarnya.

Zainudin berharap dari pelaksanaan pameran produk ini akan menumbuhkan para wirausahawan yang berbasis santri. Karena menurutnya selama ini masih jarang ada. Selain itu perguruan tinggi lainnya bisa mengikuti pameran yang serupa dengan tema tentang kewirausahaan.

“Makanya kita dorong supaya santri bukan hanya bisa mengaji, tapi dia juga bisa berwirausaha. Dengan demikian maka lapangan pekerjaan akan tersedia dan membantu program pemerintah. Harapannya bisa diperluas dan dilibatkan pesertanya juga akan makin baik, dan mudah-mudahan akan diikuti oleh perguruan tinggi lainnya,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar