Olahraga

Etape 4, Tour d’ Indonesia Lewati Dua Gunung

Para pebalap bersaing saat berlaga di International Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Banyuwangi (beritajatim.com) – Mengambil start di Alun-alun Kabupaten Jember menuju Banyuwangi menjadi etape paling menantang bagi seluruh pebalap yang tampil di ajang balap sepeda bertajuk Tour de Indonesia 2019. Menempuh jarak 151 Kilometer, para rider akan disuguhi rute terberat yakni adanya tanjakan dua gunung yang harus dilalui.

Pertama, jarak 31,1Kilometer selepas start mereka harus menaklukkan tanjakan puncak Watu Gudang di Gunung Gumitir perbatasan Jember – Banyuwangi. Selanjutnya, pebalap akan kembali melalui rute flat menuju Kota Banyuwangi.

Selepas melewati kota, rider kembali disuguhi jalur menanjak. Rute di sepanjang Kecamatan Licin hingga menuju Paltuding Gunung Ijen merupakan Horst Category (HC).

Puncaknya di kilometer 134 hingga finish, rider harus diuji ketangguhannya untuk menaklukkan Gunung Kawah Ijen sekaligus penentu King of Mountain (KOM) atau raja tanjakan. Tak hanya itu, etape 4 juga sekaligus menjadi penentu juara pada gelaran tahun ini.

Banyuwangi siap mensukseskan gelaran Tour de Indonesia ini. Salah satunya menyiapkan rute dan keamanan selama melintasi Kota Gandrung. “Kita sudah sipakan petugas untuk mensterilkan jalur yang dilalui para pebalap, dan kita sudah berkoordinasi dengan tim pusat, maupun personil yang ada untuk mensukseskan Tour de Indonesia,” jelas Plt. Kepala Dinas Perhubungan Bayuwangi, Ali Ruchi, Kamis (22/8/2019).

Pihaknya juga menjamin keamanan dan kenyamanan para pebalap. “Beberapa jalan yang dijadikan rute balapan, akan disterilkan satu jam sebelum pebalap melintas, sehingga para peserta bisa berlomba dengan maksimal,” katanya.

Pada etape ke empat ini, sekaligus menjadi pembuktian pebalap spesialis tanjakan. Nama-nama seperti duo Australia Marcus Culley dan Benjamin Dyball (Team Sapura Cycling Malaysia), pebalap Spanyol, Thomas Lebas (Kinan Cycling Team Jepang), Jeroen Meijers dari Belanda di (Taiyuan Miogee Cycling Team China), akan saling bersaing.

Tak ketinggalan pebalap spesialis tanjakan Indonesia seperti Hari Fitrianto (Timnas Indonesia), Aiman Cahyadi dan Jamalidin Novardianto (PGN Road Cycling), Abdul Sholeh (KFC Cyling) juga tak ingin menjadi penonton di negaranya sendiri. Setidaknya, mereka bakal memberi perlawanan sengit bagi para pebalap luar negeri. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar