Olahraga

Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2019

Diikuti 21 Tim, Zona Timur Bakal Berlangsung Ketat

Sidiq Prasetyo, Ivana Lie, Tri Iksan dan M Zaini saat konfrensi pers di GOR Sudirman, Selasa (1/10/2019)

Surabaya (beritajatim.com) – Persaingan ketat akan terjadi di Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2019 zona Timur. Sebanyak 21 tim akan berebut menjadi juara dalam ajang yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, 2-3 Oktober 2019. “Dari tahun ke tahun, animo peserta sangat besar. Tahun ini, ada 21 tim yang ikut ambil bagian,” kata ketua Panpel KBAM 2019 Wilayah Timur, Sidiq Prasetyo.

Keuaraan akan berlangsung ketat, pertimbangannya, ungkap Sidiq, semua tim sudah melakukan persiapan dengan baik. Ke-21 tim tersebut yakni MNC TV A, MNC TV B, TVRI Surabaya, Metro TV, SBO TV, Trans A, Trans Corp B, RRI Surabaya, GEN FM, Bangsa, Petisi, Jawa Pos A, Jawa Pos B, Jawa Pos Grup, Malang Pos, Fokus, Bhirawa, Beritajatim, Kominfo Jatim, Memo Kediri dan Jatim Now. “Kami sangat terbantu dengan berlangsungnya KBAM ini. Semoga kami menemukan wartawan yang juga jago bulu tangkis,” tambah Ketua Siwo PWI Jawa Timur, Muhammad Erwin.

Tahun ini, KBAM 2019 juga punya dua makna. Bagi Jawa Timur, ujar Erwin, ajang tersebut merupakan ajang untuk menyeleksi atlet bulutangkis yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan (Porwanas) 2020.

Sementara itu, KBAM zona Barat sudah berlangsung di GOR Tanah Abang Jakarta, 25-27 September 2019 dengan hasil; Pikiran Rakyat menjadi juara 1, TVRI Pusat juara 2, Berita Satu dan Trans TV sebagai juara 3. Untuk kejuaraan di zona tengah yang dilaksanakan di GOR Djarum Magelang, baru akan dilaksanakan 9-10 Oktober 2019.

“Para pemenang dari masing-masing zona tersebut ditambah dengan satu pasangan runner-up terbaik akan dipertemukan di babak grand final,” ungkap Tri Iksan dari panitia pusat Turnamen Bulutangkis Antar Media 2019.

Rencananya, babak final akan dilaksanakan di GOR Djarum Kudus, 16 -17 Oktober 2019. Pada KBAM tahun ini akan mempertandingkan nomor beregu dengan komposisi satu tunggal dan dua ganda. “Persaingan itu merupakan roh dalam sebuah ajang kejuaraan. Akan tetapi yang paling utama dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media yang kita selenggarakan dari tahun ke tahuan ini adalah silaturahmi antar wartawan dan pekerja media,” kata Budi Darmawan, Manager Program Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Dengan ikut langsung merasakan atmosfir berkompetisi dalam kejuaraan bulutangkis antar media ini diharapkan pula para insan media semakin obyektif, profesional dan proporsional dalam membuat berita di medianya, begitu imbuh Budi Darmawan.

“Ini adalah bagian dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk terus mendukung event ini. Bagaimanapun media adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan prestasi bulutangkis Indonesia,” tambah Ivana Lie dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. (kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar