Olahraga

Diberitakan Terseret Kasus Match Fixing, Persebaya Laporkan Media ke Polrestabes

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya rupanya cukup jengah dengan pemberitaan yang menyudutkan timnya. Alhasil, bersama manajemen dan mantan manajer saat di Liga 2, Choirul Basalamah, Persebaya akhirnya melaporkan salah satu media di Surabaya ke Polrestabes, Senin (7/1/2018).

Adapun laporan yang dilayangkan tiga pihak, yakni Cholid Ghoromah serta Chairul Basalamah sebagai pihak yang merasa dirugikan atas berita berjudul “Green Force Pun Terseret”. Dalam berita yang terbit pada Minggu lalu (6/1/2018) itu, Persebaya disebut “menjual” pertandingan Liga 2 melawan Kalteng Putra pada 12 Oktober 2017. Dalam berita itu, disebutkan Cholid dan Chairul melakukan match fixing bersama Vigit Waluyo.

Persebaya, Cholid, dan Chairul merasa difitnah atas pemberitaan itu. Persebaya kalah 0-1 dalam pertandingan itu memang kalah di atas lapangan. Tidak ada pengaturan apa pun. Laporan atas permasalahan tersebut diterima Polrestabes Surabaya dengan nomor STTLP/B/24/I/2019/JATIM/RESTABES SBY

“Kami melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik sesuai dengan UU ITE dan KUHP. Hal ini terkait pemberitaan Minggu lalu. Ini adalah upaya kami untuk mencari keadilan,” kata pengacara Persebaya Yusron Marzuki SH, MH. Persebaya juga didampingi Iwan Nur Rachmat SH dari komunitas Bonek Advokat.

Persebaya diwakili oleh Candra Wahyudi sebagai manajer tim. “Persebaya tidak pernah meminta pemain atau siapa pun untuk mengalah dalam pertandingan melawan Kalteng Putra. Kita mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, tidak berbuah gol. Sebaliknya, Kalteng Putra menciptakan gol melalui serangan balik,” jelas Manajer Persebaya Candra Wahyudi yang ketika pertandingan itu terjadi menjabat direktur tim.[way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar