Olahraga

Di Balik Perubahan Nama Stadion Gelora Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menyampaikan beberapa alasan perubahan nama baru stadion Pamekasan menjadi Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan.

Hal itu disampaikan pasca dirinya meresmikan Stadion Gelora Madura, menjelang laga leg kedua Babak Semifinal Piala Presiden 2019 antara Madura United FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (6/4/2019) malam.

“Ada beberapa alasan atas perubahan nama stadion ini menjadi Stadion Gelora Madura, salah satunya Pamekasan sebagai kota kresidenan di Madura,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Selain itu juga terdapat beberapa alasan lain seputar perubahan nama stadion yang diresmikan sejak 20 November 2016┬ásilam. “Kedua, stadion ini lebih sering dipakai sepakbola (dibandingkan stadion lain di Madura). Serta MU (Madura United) memiliki nama besar di Madura,” ungkapnya.

Untuk diketahui, stadion bertaraf nasional yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan, diresmikan Bupati Achmad Syafii pasca proses pembangunan yang berlangsung selama 15 tahun, ditandai dengan pertandingan ujicoba antara Persepam melawan Persebaya Surabaya.

Peresmian stadion juga ditandai dengan pengumuman nama baru, jika sebelumnya disebut Stadion Pamekasan, diganti menjadi Stadion Pamellengan.

Nama Pamellengan merupakan hasil seleksi dalam bentuk sayembara yang dilakukan oleh tim Pemkab Pamekasan, hingga akhirnya berganti menjadi Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar