Olahraga

Bonus Juara Liga III Persik Kediri Masih Nyantol di PSSI

Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri menagih bonus dan hadiah untuk prestasi di Liga III PSSI. Menjadi juara kompetisi, skuad Macan Putih berhak atas bonus sebesar Rp 300 juta dan hadiah untuk top skor Rp 15 juta serta pemain terbaik Rp 15 juta.

“Beberapa orang pengurus, selain saya sudah menghubungi PSSI untuk menanyakan masalah bonus itu. Tetapi mereka (PSSI, red) jawabannya hanya meminta sabar,” kata Manager Persik Kediri, Beni Kurniawan, Jumat (22/3/2019).

Bonus dan hadiah tersebut seharusnya sudah dibayarkan oleh PSSI. Tetapi, Beni mengaku, belum ada kepastian pembayaran. Dirinya juga tidak mengetahui, penyebab molornya pelunasan tunggakan tersebut.

Ada dugaan molornya tunggakan bonus dan hadiah itu berkaitan dengan kemelut yang terjadi di PSSI. “Yang jelas kita hanya disuruh untuk bersabar,” imbuh pria dengan basic jurnalis ini.

Sebagaimana diketahui, Persik Kediri berhasil menjadi juara Liga III Nasional. Selain menggenggam trofi, Skuad Macan Putih juga memborong sederetan gelar lain. Yakni Septian Satria Bagaskara sebagai top skor, Galih Akbar Febriawan sebagai pemain terbaik.

Juga satu penghargaan lagi bagi Tim Persik yakni, sebagai Tim paling Fair Play selama perhelatan Liga III. Atas prestasi cemerlangnya tersebut, Persik berhak menerima bonus dan hadiah yang sudah dijanjikan PSSI. Namun, hingga tiga bulan paska kompetisi berakhir, janji tersebut belum terealiasi.

Kendati demikian, managemen Persik Kediri terus mempersiapkan tim ini dalam menatap kompetisi selanjutnya di Liga II PSSI musim depan. Tim kebanggaan masyarakat Kota Kediri ini telah menunjuk Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala bersama dua asistennya, Alfiat dan Johan Prasetyo. Sementara pelatih kiper tetap dipercayakan kepada Wahyudi. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar