Olahraga

Bonek Sejak Kecil, Hansamu: Gabung Persebaya Seperti Mimpi Jadi Nyata

Surabaya (beritajatim.com) – Ini sebuah mimpi, mungkin hal itu yang bisa digambarkan bonek cilik di era 90an yang mewujudkan mimpinya berlabuh di tim Bajol Ijo musim 2019 ini.

Perjuangan Hansamu Yama Pranata tentu tidak mudah untuk memilih jalan karirnya bergabung dengan skuad Persebaya. Cerita masa kecilnya yang mengantarkan semangatnya untuk berambisi dengan Persebaya.

Diceritakan jika dirinya pernah berangkat menonton Persebaya dengan nggandol (menumpang) truk dari Mojokerto ke Surabaya. “Waktu itu saya bersama-sama teman sekampung, berangkat ke Surabaya, estafetan untuk nonton Persebaya. Kalau orang sini istilahnya nggandol truk,” ” kata Yama.

Yama mengungkapkan, kecintaannya kepada Persebaya tumbuh sejak kecil. Sejak sekolah dasar. Saat itu, dia kerap menonton Persebaya di Stadion Gelora 10 Nopember di Tambaksari, Surabaya. “Ayah saya Bonek, saya sering diajak Mbonek sejak sekolah dasar,” kenangnya. “Salah satunya saya nonton Persebaya lawan Persija pada 2004 di Tambaksari. Ketika itu Persebaya menang dan akhirnya menjadi juara,” imbuh pemain 24 tahun itu.

Yama lahir dan tumbuh di Mojokerto. Namun, seperti halnya warga di kawasan sekitar Surabaya, sosok pria bermata sipit ini mengidolakan Persebaya sejak kecil. Kecintaan itu pula yang kemudian membawa Yama meniti karir sebagai pemain muda di kompetisi internal Persebaya.

Perjalanan yang kemudian membawa Yama terpilih masuk skuad timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2013. Saat itu, bersama jebolan kompetisi intenal Persebaya lainnya, Evan Dimas Darmono, Yama berhasil mengantarkan Indonesia menjadi juara.

Prestasi itu membuat Yama tidak kesulitan memasuki karir profesional. Barito Putera menjadi ”pelabuhan” pertamanya. Sebelum akhirnya musim ini kembali ke Persebaya. “Saya bangga dan bahagia, ini adalah impian yang menjadi kenyataan,” ucapnya. “Saya ingin mengantarkan Persebaya juara,” pungkasnya. [way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar