Olahraga

Banyuwangi Tak Ikut Porprov Tuai Tanggapan dari Anggota Cabor

Banyuwangi (beritajatim.com) – Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi tidak ikut di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Provinsi) Jawa Timur 2019, menuai beragam tanggapan dari anggota cabang olahraga (cabor).Meski demikian, mereka menyadari dan menerima kondisi itu.

Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Yusuf Wibisono misalnya. Pihaknya mengaku pelaksanaan Porprov tahun ini layaknya menelan pil pahit.

“Kalau keadaanya seperti ini, mau gimana lagi. Saya pribadi menerima ide KONI seperti itu,” kata Yusuf, Senin (7//1/2019).

Namun demikian, kata Yusuf, pihaknya akan tetap memboyong atletnya ke Porprov mendatang. Meskipun dengan keadaan anggaran yang pas-pasan.

“Selam akan berangkat dengan dana pembinaan yang diberikan. Kalau melihat kondisi seperti ini, kita akan berangkatkan atlet yang kira-kira potensi dapat saja. Ngapain bawa banyak, justru akan menghabiskan anggaran,” ujarnya.

Anggota lain juga menanggapi terkait minimnya dana hibah dari Pemerintah Banyuwangi. Menurutnya, ploting anggaran tahun ini telah disesuaikan dengan rencana kegiatan tahun 2019.

“Jadi, jika menggunakan anggaran pembinaan untuk Porprov, nantinya juga mengurangi kegiatan cabor 2019. Otomatis prestasi juga akan berkurang dan berpengaruh untuk kegiatan di tahun berikutnya,” katanya.

Tak dapat dipungkiri, berkurangnya dana hibah cukup berpengaruh dengan kondisi setiap cabor. Terlebih, tahun ini bertepatan dengan ajang empat tahunan Porprov. Padahal, setiap cabor telah membuat rencana
kegiatan dan pembinaan bagi atlet untuk turun di gelaran itu.

Lalu bagaimana nasib para atlet yang selama ini berlatih keras? Haruskah semangat dan prestasi mereka menjadi korban?. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar