Olahraga

Banyak Batu Mulia Nusantara Dibalik Tampilan Baru Tropi Piala Presiden

Malang (beritajatim.com) – Piala Presiden 2019 telah sampai di ujung kompetisi. Titel juara diperebutkan dua tim kuat asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya dan Arema FC. Tahun ini banyak perubahan di turnamen pra musim ini.

Mulai dari konsep pertandingan final. Jika biasanya babak final digelar ditempat netral, tahun ini babak final digelar dengan sistem kandang dan tandang. Persebaya menjadi tuan rumah pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sedangkan Arema FC menjadi tuan rumah leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Selain sistem kompetisi yang berubah. Ternyata tampilan tropi Piala Presiden 2019 juga berubah. Tropi lebih terlihat elegan, karena ada penambahan dari segi corak didesain tropi ini. Perancang tropi adalah, Direktur Seni Piala Presiden 2019, Surya Aditya.

Surya mengaku dipercaya mempercantik tropi oleh PSSI. Tropi dibuat prestise dan futuristik tanpa mengubah bentuk asli piala karya seniman asal Bali, Ida Bagus Ketut Lasem ini. Tampilan baru tropi mengusung tema persatuan Indonesia.

“Tropi kita tambah dengan batu-batu mulia asli nusantara berwarna merah putih. Melambangkan negara kita melambangkan persatuan. Ada batu dari red baron Pacitan, teratai merah, red Borneo, batu badar besi, hingga batu cempaka Aceh,” papar Surya.

Surya mengaku mengambil batu-batu dari penjuru nusantara karena sebagai simbol bahwa Indonesia kaya akan corak suku, bahasa, dan bangsa. Simbol itu diwakilkan oleh batu-batu yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia. “Pengerjaan selama 20 hari tidak ada arahan dari PSSI cuma konsep dari mereka terus kita yang mengembangkan,” ucap Surya.

Selain itu, dibagian bola atau bagian atas tropi Piala Presiden ditambahi dengan ukiran perak. Motifnya adalah tato asli Suku Dayak, di Kalimantan. Filosofi tato Suku Dayak menggambarkan kedewasaan seluruh kontestan Piala Presiden. Bahwa, rivalitas itu hanya 90 menit selebihnya semua bersaudara.

“Bagian atas juga kita ganti motif asli tato Suku Dayak yang merepresentasikan kedewasaan. Intinya motif baru melambangkan persatuan kita,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar