Olahraga

Asprov PSSI Jatim Ancam Hentikan Liga 3

Surabaya (beritajatim.com) – Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim dicoreng dengan dua kejadian memalukan yang dilakukan suporter Persibo Bojonegoro dan suporter Probolinggo United, Sabtu (4/10/2019).

Pada pertandingan di Nganjuk saat tuan rumah Nganjuk Ladang menjamu Persibo United, supoter Persibo merangsek ke tengah lapangan dan menyerang ofisial pertandingan, akibatnya beberapa ofisial terluka dan dirawat di rumah sakit.

Pertandingan sendiri berakhir 1-0 untuk kemenangan Nganjuk Ladang. Sedangkan di Probolinggo, suporter tuan rumah juga masuk ke lapangan dan menyerang pemain-pemain Persid Jember.

Asprov PSSI Jatim tentu sangat menyesalkan kejadian ini. Karenanya, Komisi Disiplin diharapkan segera melakukan pendalaman tentang peristiwa ini dan pihak-pihak yang terlibat segera mendapat sanksi. “Kejadian ini sangat mengecewakan dan memalukan dunia persepakbolaan di Jawa Timur, apalagi beberapa hari lalu Kapolda sudah mengumpulkan semua suporter di Jawa Timur,” ujar Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, Minggu (6/10/2019).

“Demikian juga bila dikaitkan dengan dikaitkan dengan bidding PSSI sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Kami sekarang kan dalam pantauan FIFA, kalau ada oknum-oknum suporter yang melakukan tindakan-tindakan tidak sportif seperti itu, kan bisa merugikan kita semua,” sambungnya.

Sesuai aturan ini memang sudah ranah Komisi Disiplin, tapi tidak menutup kemungkinan PSSI mengambil alih langsung menghentikan kompetisi dan melarang klub tersebut ikut kompetisi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Di sepakbola tidak ada yang semaunya sendiri, semua ada aturannya. Klub juga harus memperhatikan suporternya karena itu memang sudah aturannya, suporter berulah klub pasti kena getahnya. Klub harus memberikan edukasi kepada suporternya,” tambah Amir.

Apa yang dilakukan oknum suporter Probolinggo United dan Persibo Bojonegoro ini tentu menjadi catatan khusus PSSI. Karena Persipro yang kemudian berubah menjadi Probolinggo United dan sedang mengajukan pergantian nama menjadi Persipro 1954 masih mendapat sanksi dari FIFA.

Demikian juga Persibo Bojonegoro yang pernah dicoret dari dari keanggotaan PSSI pada beberapa tahun lalu. “Setelah berkoordinasi dengan Ketua, wakil ketua dan para anggota komite eksekutif Asprov PSSI Jawa Timur bila kejadian ini terulang liga akan kami hentikan,” pungkas Amir. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar